Pecah Haru di Bandara Bungo! Batik Air Resmi Terbang, Dedy Putra Kenang Perjuangan 360 Hektare

oleh -36 Dilihat
oleh
Bupati Dedy Putra terharu menyaksikan pesawat Batik Air untuk pertama kalinya menghubungkan Jakarta dengan Muara Bungo.

SWARAJAMBI.NET, MUARA BUNGO – Momen pendaratan perdana Batik Air di Bandara Muara Bungo bukan sekadar seremoni bagi Bupati Bungo Dedy Putra. Di balik gemuruh tepuk tangan dan suka cita masyarakat, tersimpan kisah panjang perjuangan yang akhirnya berbuah manis.

Dedy mengaku terharu menyaksikan pesawat Batik Air untuk pertama kalinya menghubungkan Jakarta dengan Muara Bungo. Baginya, momen tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan para pendahulu dalam membangun bandara tidak sia-sia.

Ia mengenang proses panjang pengadaan lahan bandara seluas 360 hektare yang dimulai pada masa kepemimpinan mantan Bupati Bungo, Zulfikar Ahmad. Saat itu, keberadaan bandara modern di wilayah barat Jambi masih sebatas cita-cita besar.

“Dari tanah yang tidak ada, kita beli 360 hektare. Alhamdulillah hari ini hasil perjuangan itu terus berprogres,” ungkap Dedy penuh haru.

Menurutnya, kehadiran Batik Air menjadi titik balik perkembangan transportasi udara di wilayah barat Provinsi Jambi. Bukan hanya masyarakat Kabupaten Bungo yang merasakan manfaatnya, tetapi juga daerah-daerah penyangga di sekitarnya.

Bandara Muara Bungo berada pada posisi strategis karena dikelilingi enam kabupaten dan satu kota di Provinsi Jambi serta Kabupaten Dharmasraya di Sumatera Barat. Kondisi tersebut menjadikan bandara ini sebagai simpul konektivitas baru bagi kawasan Jambi Ulu Barat.

“Bandara ini bukan hanya milik masyarakat Bungo, tetapi juga melayani seluruh Jambi Ulu Barat dan Dharmasraya. Karena itu kami berharap seluruh daerah sekitar ikut mendukung keberlangsungan penerbangan ini,” tegasnya.

Dedy optimistis kehadiran maskapai Batik Air akan membawa efek berantai bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Akses transportasi yang lebih cepat diyakini mampu menarik investor, memperlancar aktivitas bisnis, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Mobilitas menjadi lebih mudah, investasi akan masuk lebih cepat, dan ekonomi masyarakat akan bergerak lebih baik,” katanya.

Dukungan terhadap pembukaan rute Jakarta–Muara Bungo juga datang dari pemerintah pusat. Kementerian Perhubungan melalui Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari, memberikan apresiasi atas sinergi yang dibangun Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Bungo, pengelola bandara, dan Batik Air.

Menurut Endah, hadirnya rute baru tersebut memiliki arti strategis dalam memperkuat konektivitas nasional sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Penerbangan ini akan mempersingkat waktu perjalanan serta membuka akses yang lebih luas bagi investasi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Bungo memiliki posisi penting sebagai gerbang wilayah barat Provinsi Jambi. Letaknya yang berada di jalur tengah Sumatera menjadikan daerah ini sebagai pusat aktivitas ekonomi yang melayani berbagai wilayah di Jambi maupun Sumatera Barat.

“Dengan hadirnya rute Jakarta–Muara Bungo, arus orang dan barang antarwilayah akan semakin lancar. Ini tentu menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Penerbangan perdana Batik Air pun menjadi simbol keberhasilan perjuangan panjang pembangunan Bandara Muara Bungo. Dari hamparan lahan yang dulu diperjuangkan dengan susah payah, kini telah lahir gerbang udara baru yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi Jambi bagian barat.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.