Empat Daerah Kompak, Batik Air Dipastikan Terbang Stabil ke Muara Bungo

oleh -17 Dilihat
oleh
Penandatanganan kesepakatan dan dukungan penerbangan Batik Air di Bandara Muarabungo dengan Pemkab Sarolangun, Pemkab Merangin dan Pemkab Tebo.

SWARAJAMBI.NET, MUARABUNGO – Langkah strategis untuk mengoptimalkan operasional Bandara Muara Bungo terus dipacu. Pemerintah Kabupaten Bungo berhasil menggalang sinergi dan komitmen bersama tiga kabupaten tetangga guna mendukung keberlanjutan penerbangan maskapai Batik Air rute Jakarta–Muara Bungo pulang-pergi (PP).

Komitmen tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan dukungan penerbangan oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Merangin, dan Tebo di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/6). Penandatanganan disaksikan langsung oleh Gubernur Jambi H. Al Haris dan Bupati Bungo H. Dedy Putra.

Kesepakatan lintas daerah ini menjadi momentum penting bagi penguatan konektivitas wilayah barat Provinsi Jambi. Selain menjamin keberlangsungan layanan penerbangan, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu menjaga tingkat keterisian penumpang (load factor) agar tetap optimal.

Bupati Bungo H. Dedy Putra menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jambi dan para kepala daerah yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pengembangan transportasi udara di kawasan tersebut.

“Bandara Muara Bungo sejatinya milik kita bersama. Ini merupakan pintu gerbang wilayah barat Provinsi Jambi. Dukungan dari Pemkab Sarolangun, Merangin, dan Tebo menjadi angin segar bagi keberlanjutan operasional penerbangan. Sinergi ini tidak hanya menjaga stabilitas load factor Batik Air, tetapi juga memperkuat posisi Bungo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan interkoneksi kawasan,” ujarnya.

Menurut Dedy, keberadaan penerbangan reguler Batik Air yang menghubungkan Muara Bungo dengan Jakarta akan memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat dan dunia usaha. Akses yang semakin cepat dan efisien diyakini mampu menarik minat investor serta mempercepat aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

“Dengan akses udara yang semakin mudah, pelaku usaha, investor, birokrasi, hingga masyarakat umum dapat memangkas waktu perjalanan secara signifikan. Dampaknya akan terasa pada peningkatan investasi sektor perkebunan, pertambangan, komoditas unggulan, hingga pariwisata di empat kabupaten,” tambahnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bungo bersama Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Muara Bungo memastikan seluruh aspek teknis, keselamatan penerbangan, dan pelayanan bandara telah siap mendukung operasional reguler Batik Air.

Kesepakatan empat daerah ini menjadi bukti kuat bahwa pembangunan konektivitas tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi antardaerah menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan transportasi udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di wilayah barat Jambi.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pemerintah provinsi, Bandara Muara Bungo kini semakin mantap menegaskan perannya sebagai gerbang utama mobilitas, investasi, dan pengembangan ekonomi regional. Sebuah langkah konkret menuju Bungo yang maju, terkoneksi, dan berdaya saing tinggi.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.