Ribuan Jemaah Padati Terusan! Fadhil Arief Warning Narkoba dan Judol, UAS Serukan Perkuat Kebersamaan

oleh -531 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Ribuan jemaah memadati Desa Terusan, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batang Hari, Sabtu (20/6/2026), dalam Tabligh Akbar memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme masyarakat tidak surut untuk mengikuti tausiyah yang disampaikan dai nasional Ustaz Abdul Somad (UAS).

Kegiatan yang mengusung tema “Perkuat Rasa Kebersamaan dalam Membangun Generasi Masa Depan” itu dihadiri langsung Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief bersama sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Maro Sebo Ilir.

Hadir pula Sekretaris Daerah Batang Hari Mula P. Rambe, Anggota DPRD H. Bustomi, jajaran OPD Pemkab Batang Hari, Ketua Lembaga Adat Datuk H. Fathuddin, para kepala instansi vertikal, alim ulama, cerdik pandai, tua tengganai, serta masyarakat Desa Terusan.

Turut mendampingi Camat Maro Sebo Ilir Supriyadi Harahap, Kapolsek Maro Sebo Ilir IPTU Erwin S, Lurah Terusan Azwan, Kepala Desa Terusan Dato’ Ikna beserta jajaran, dan para kepala desa se-Kecamatan Maro Sebo Ilir.

Momentum Tahun Baru Islam ini dimanfaatkan Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief untuk mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menjaga generasi muda dari berbagai ancaman sosial.

Di hadapan ribuan jemaah, Fadhil Arief menyoroti bahaya narkoba dan judi online yang saat ini menjadi ancaman serius bagi masa depan anak-anak dan remaja.

Menurutnya, pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak harus diperkuat. Tidak hanya terhadap anak laki-laki, tetapi juga anak perempuan, terutama pada usia remaja.

“Anak-anak kita harus dijaga. Sholat dan mengaji harus terus dibiasakan. Orang tua harus hadir dalam kehidupan anak-anaknya,” pesannya.

Fadhil juga mengingatkan pentingnya peran pondok pesantren dalam menjaga akhlak dan membina karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan berdaya saing.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad mengajak masyarakat memperkuat rasa kebersamaan sebagai fondasi membangun masa depan yang lebih baik.

UAS menjelaskan, ada tiga hal mendasar yang seharusnya membuat manusia tidak saling merasa lebih tinggi satu sama lain. Pertama, seluruh manusia berasal dari nenek moyang yang sama, yakni Nabi Adam. Kedua, setiap manusia pasti akan menghadapi kematian. Ketiga, seluruh manusia akan kembali ke tanah saat dimakamkan.

“Kesadaran terhadap tiga hal itu seharusnya membuat kita saling menjaga, saling menasihati, dan saling menguatkan dalam kebaikan,” ungkapnya.

Menurut UAS, menjaga kebersamaan dapat diwujudkan melalui amar ma’ruf nahi mungkar, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan cara yang bijaksana.

“Ulama beramar ma’ruf dengan kitabnya, khutbahnya, dan ceramahnya. Pejabat beramar ma’ruf dengan tanda tangannya. Yang mengandung maksiat harus ditutup. Polisi dengan seragamnya harus tegas. Semua punya peran sesuai amanah dan keahliannya,” tegas UAS yang disambut takbir para jemaah.

Meski cuaca sempat diguyur hujan beberapa menit, jemaah tetap bertahan hingga acara berakhir. Suasana berlangsung meriah namun tetap khidmat.

Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Terusan menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, perangkat desa, dan masyarakat dalam membangun Batang Hari yang religius, harmonis, dan berakhlak.

Lebih dari sekadar peringatan pergantian tahun Hijriah, kegiatan ini menjadi ajang memperkuat persaudaraan, meningkatkan keimanan, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga generasi muda dari pengaruh negatif zaman.(*)

 

Pewarta: Eddwardi

 

No More Posts Available.

No more pages to load.