Banjir dan Longsor Lumpuhkan Bungo, 4.386 Rumah Terendam, Tiga Warga Meninggal

oleh -52 Dilihat
oleh
Wakil Bupati Bungo, H. Tri Wahyu Hidayat meninjau lokasi terdampak banjir di Kampung Lubuk Tenam dan Pondok Pesantren Hijratul Khair di Kelurahan Manggis, serta Dusun Purwo Bhakti, Kecamatan Bathin III.

SWARAJAMBI.NET, MUARABUNGO – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bungo kian memprihatinkan. Pemerintah Kabupaten Bungo resmi menetapkan status Tanggap Darurat setelah ribuan rumah warga terdampak bencana yang tersebar di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 4.386 rumah warga di 9 kecamatan terendam banjir. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh, sementara sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Wakil Bupati Bungo, H. Tri Wahyu Hidayat, turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Jumat (15/5/2026). Peninjauan dilakukan di Kampung Lubuk Tenam dan Pondok Pesantren Hijratul Khair di Kelurahan Manggis, serta Dusun Purwo Bhakti, Kecamatan Bathin III.

Di tengah genangan air dan kerusakan yang ditimbulkan, Wabup memastikan pemerintah daerah bergerak cepat dalam penanganan bencana.

“Kami hadir untuk memastikan kondisi warga dan melihat sejauh mana dampak kerusakan yang ditimbulkan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk bergerak cepat dalam penanganan masa darurat ini,” ujar Tri Wahyu Hidayat saat berada di lokasi.

Bencana hidrometeorologi ini juga menelan korban jiwa. Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor. Sementara seorang warga lainnya meninggal diduga akibat tersengat aliran listrik saat banjir melanda permukiman.

Turut mendampingi Wakil Bupati dalam peninjauan tersebut, Kepala BPBD dan Kesbangpol Kabupaten Bungo, serta Camat Bathin III. Kehadiran jajaran pejabat itu sekaligus untuk memetakan kebutuhan mendesak warga di lapangan.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemkab Bungo telah mendirikan sejumlah tenda pengungsian di titik strategis dan mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor susulan. Intensitas hujan yang masih fluktuatif serta risiko korsleting listrik di kawasan yang masih tergenang menjadi ancaman serius yang harus diantisipasi.(*)

 

Pewarta: Suzan Zukrina

No More Posts Available.

No more pages to load.