Bazar MTQH ke-55 Jambi Dibuka, 162 Stan UMKM Incar Transaksi Rp100 Juta Sehari

oleh -15 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NET, JAMBI – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi tak hanya menjadi panggung syiar keagamaan. Ajang ini juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui Bazar dan Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bazar yang dipusatkan di pelataran Kantor Bappeda Kota Jambi itu resmi dibuka pada Minggu (1/11/2026). Sebanyak 162 stan disiapkan untuk menampung produk unggulan pelaku usaha dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Pembukaan ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, bersama jajaran pimpinan daerah, organisasi wanita, serta unsur dewan hakim MTQH.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi, Feriadi, mengatakan persiapan pelaksanaan MTQH ke-55 telah mencapai sekitar 90 persen. Seluruh titik utama kegiatan juga telah dikonsolidasikan untuk mendukung pelaksanaan selama sembilan hari.

Menurutnya, penempatan 162 stan dilakukan di sejumlah lokasi strategis, termasuk kawasan parkir Balai Kota dan ruas jalan protokol yang terhubung dengan arena kegiatan. Penataan tersebut diharapkan memudahkan pengunjung sekaligus memperluas peluang transaksi bagi pelaku UMKM.

Feriadi menyebut, bazar MTQH menjadi momentum untuk menggerakkan kembali aktivitas perdagangan lokal setelah pelaku usaha menghadapi perlambatan selama hampir dua bulan terakhir.

“Setelah sempat mengalami kontraksi dan kendala perdagangan selama hampir dua bulan terakhir, momentum MTQH ini terbukti menjadi katalisator kebangkitan ekonomi lokal. Proyeksi transaksi harian pada area pameran ini mampu menembus kisaran Rp100 juta per hari, sebuah angka yang mencerminkan optimisme resiliensi UMKM kita,” ungkap Feriadi.

Sementara itu, Hj. Hesnidar Haris menekankan pentingnya pembinaan UMKM sebagai salah satu pilar perekonomian Kota Jambi. Menurutnya, karakter ekonomi Kota Jambi yang bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, dan industri kreatif membutuhkan penguatan pelaku usaha lokal.

Karena itu, bazar MTQH tidak hanya menjadi tempat memajang dan menjual produk. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang promosi, perluasan pasar, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Pengelolaan stan dilakukan dengan skema kontribusi sewa yang terjangkau. Pengaturan ini dimaksudkan agar pelaku usaha yang berpartisipasi benar-benar memiliki komitmen, sekaligus menjaga pemerataan kesempatan bagi produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Hesnidar juga mengajak masyarakat yang berkunjung untuk ikut mempromosikan produk lokal. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial melalui foto dan unggahan selama berada di lokasi bazar.

Ketua Dekranasda Kota Jambi, Nadiyah Maulana, menambahkan, pelaksanaan MTQH dan bazar UMKM mencerminkan upaya Pemerintah Kota Jambi menghadirkan kota yang ramah dan kondusif bagi tamu maupun investor.

Kesiapan menjadi tuan rumah MTQH juga diharapkan menjadi pengalaman untuk mendukung agenda berskala nasional yang akan digelar di Kota Jambi. Di antaranya Forum Smart City Nasional, Healthy City Summit tingkat nasional, serta Rapat Kerja Nasional Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Lebih dari sekadar aktivitas perdagangan, bazar MTQH ke-55 diharapkan memberikan dampak berganda bagi masyarakat. Selain membuka peluang pendapatan bagi UMKM, kegiatan ini menjadi ruang interaksi antardaerah, pertukaran inovasi produk, sekaligus sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Dengan demikian, syiar Al-Qur’an dan penguatan ekonomi kerakyatan dapat berjalan beriringan. Bazar ini diharapkan tidak hanya ramai selama MTQH berlangsung, tetapi juga membuka peluang pasar dan kerja sama usaha yang berkelanjutan bagi produk lokal Jambi.(*)

 

Pewarta: Andi Chandra

No More Posts Available.

No more pages to load.