Hesti Haris Dorong Perempuan Jambi Perkuat Budaya Menulis di Tengah Gempuran Teknologi

oleh -35 Dilihat
oleh
Bunda Literasi Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris.

SWARAJAMBI.NET, JAMBI  – Pelantikan Pengurus Wanita Penulis Indonesia (WPI) Jambi menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam mengembangkan budaya literasi, melestarikan kearifan lokal, serta melahirkan gagasan dan karya tulis yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Paduko Berhalo, Rumah Dinas Gubernur Jambi ini mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Jambi sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan literasi di daerah, Sabtu (24/10/2026).

Bunda Literasi Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris yang akrab disapa Hesti Haris, mengapresiasi kehadiran WPI Jambi sebagai wadah bagi perempuan untuk terus berkarya dan menjaga tradisi menulis di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurut Hesti, kemajuan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi dan menghasilkan tulisan. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, bernalar, menganalisis, serta menghadirkan sentuhan hati dan jiwa dalam setiap karya.

“Teknologi memang memberikan banyak kemudahan, tetapi ada hal-hal yang tidak bisa begitu saja digantikan, yaitu hati, jiwa, dan rasa dalam sebuah tulisan. Karena itu, kita bersyukur ada Wanita Penulis Indonesia yang terus menggerakkan semangat perempuan untuk menulis dengan penuh rasa,” ujar Hesti.

Ia menilai, kemampuan menulis bukan sekadar menyusun kata-kata, melainkan juga proses mengolah pikiran, memahami persoalan, menyampaikan pengalaman, serta menawarkan gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Hesti juga mengajak para pengurus WPI Jambi untuk menjadikan literasi sebagai gerakan yang berkelanjutan. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga dan masyarakat, termasuk dalam membangun karakter generasi muda melalui kebiasaan membaca, menulis, dan berpikir kritis.

Sementara itu, Ketua WPI Jambi, Ramayani, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi, khususnya Gubernur Jambi beserta jajaran yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ramayani menjelaskan, Wanita Penulis Indonesia merupakan organisasi yang memberikan ruang bagi perempuan dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan kemampuan menulis. Ruang lingkupnya tidak terbatas pada penulis fiksi, tetapi juga mencakup penulis nonfiksi, penulis lagu, wartawan, serta berbagai profesi lain yang menjadikan tulisan sebagai sarana menyampaikan gagasan dan pengetahuan.

Menurutnya, literasi harus dimaknai secara luas, bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan menyerap informasi, mengambil keputusan, memahami kehidupan, dan meningkatkan kesejahteraan.

“Perempuan bukan hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga harus mampu menjadi penafsir zamannya. Perempuan harus bisa membaca perubahan, mengkritisi keadaan, menawarkan jalan keluar, serta mewariskan pemikiran bagi masa depan melalui tulisan,” ungkap Ramayani.

Pelantikan pengurus WPI Jambi tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pesona Literasi WPI.

Kegiatan ini diisi dengan lokakarya penulisan kreatif bersama penulis dan pegiat literasi Gol A Gong, yang juga dikenal sebagai Duta Baca Indonesia, serta kegiatan pendukung lainnya berupa pameran dan bazar buku, pertunjukan musikalisasi puisi, dan orasi literasi.(*)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.