Rp30 Miliar Digelontorkan untuk Karhutla Jambi, Hafiz: Jangan Ada Kompromi

oleh -16 Dilihat
oleh
Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz.

SWARAJAMBI.NET, JAMBI – Perang melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi mendapat tambahan amunisi. Pemerintah pusat mengucurkan tambahan anggaran Rp30 miliar untuk penanganan karhutla di Jambi melalui alokasi penyesuaian APBD perubahan.

Tambahan anggaran tersebut terungkap dalam rapat paripurna pengambilan keputusan DPRD Provinsi Jambi terhadap Rancangan Perubahan KUA dan PPAS APBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2026.

Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz mengatakan, tambahan anggaran tersebut merupakan hasil laporan Badan Anggaran (Banggar).

“Kami mendapat laporan dari badan anggaran, ada tambahan anggaran Rp30 miliar untuk penanganan karhutla,” kata Hafiz, Jumat (11/9/2026).

Dengan tambahan dana tersebut, Hafiz meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tidak salah langkah. Anggaran harus digunakan secara efektif dan tepat sasaran.

Sebab, karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan. Dampaknya bisa merembet ke berbagai sektor, terutama kesehatan masyarakat.

Hafiz juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan. Menurutnya, siapa pun pelakunya harus diproses sesuai aturan.

“Kami selalu mengedepankan dan menyuarakan, baik di forum resmi maupun secara lisan langsung kepada aparat penegak hukum, siapapun perusahaannya dan siapapun di belakangnya, itu tidak ada kompromi (ditindak),” tegasnya.

Dia menilai penanganan karhutla membutuhkan sinergi lintas wilayah dan lembaga. Terlebih, kondisi kemarau meningkatkan potensi kebakaran di sejumlah daerah.

Tak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar. Pencegahan, patroli, respons cepat, hingga penindakan hukum harus berjalan beriringan.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengatakan Satgas Karhutla Jambi terus memperkuat upaya penanganan di lapangan.

Selain pemadaman melalui operasi darat dan udara menggunakan water bombing, Pemprov Jambi juga menjalankan langkah pencegahan melalui modifikasi cuaca.

Penambahan kekuatan personel juga dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila titik api muncul.

“Satgas karhutla Jambi telah melakukan penambahan personel dari sebelumnya 5.900 orang menjadi 7.000 personel,” ujar Al Haris.

Dengan tambahan anggaran Rp30 miliar, ribuan personel di lapangan, operasi darat dan udara, serta modifikasi cuaca, Pemprov Jambi diharapkan semakin agresif menekan ancaman karhutla.

Namun, anggaran dan personel saja tidak cukup. Ketegasan terhadap pelaku pembakaran menjadi kunci agar kebakaran tidak terus berulang.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.