Kemarau Mencekik, Kabut Asap Mengusik, Pemkot Jambi Gelar Salat Istisqa

oleh -23 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NET, JAMBI – Ketika hujan tak kunjung turun dan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengusik kualitas udara, ikhtiar warga Kota Jambi tak berhenti. Kamis, Pemerintah Kota Jambi bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat menggelar Salat Istisqa. Doa dipanjatkan, istighfar diperbanyak, berharap langit segera menurunkan hujan.

Salat Istisqa menjadi ikhtiar lahir dan batin untuk memohon pertolongan Allah SWT agar kemarau panjang segera berakhir. Hujan yang diharapkan bukan hanya menjadi penyejuk, tetapi juga membantu memadamkan titik-titik api karhutla dan memulihkan kualitas udara Kota Jambi.

Wali Kota Jambi Maulana,  Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, jajaran Pemkot Jambi, unsur Forkopimda, ASN, alim ulama, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum hadir dalam kegiatan tersebut.

Suasana berlangsung khidmat. Jamaah bersama-sama memperbanyak istighfar, memanjatkan doa, memohon ampunan, serta mengharapkan rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Salat diimami Tuan Guru H. Ramzi Sulaiman. Sementara khutbah disampaikan Ustaz Prof. Dr. Supian Ramli, M.Ag.

Bagi Maulana, Salat Istisqa bukan sekadar agenda seremonial. Ada pesan mendalam di balik pelaksanaannya. Manusia diingatkan bahwa sehebat apa pun ikhtiar yang dilakukan, tetap memiliki keterbatasan.

“Kehadiran kita semua di sini bukan dalam rangka perayaan. Kita hadir sebagai hamba Allah yang lemah dan dhaif. Tidak ada daya dan kekuatan yang kita miliki kecuali atas pertolongan Allah SWT,” ujar Maulana.

Kemarau panjang yang melanda Kota Jambi, kata dia, telah membawa dampak berlapis. Karhutla menjadi salah satu persoalan serius. Asap yang ditimbulkan ikut menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Pertama, karhutla menyebabkan pencemaran udara dan kualitas ISPU yang tinggi. Dampaknya juga kita rasakan terhadap kesehatan masyarakat, seperti meningkatnya risiko penyakit ISPA, konjungtivitis, diare, serta terganggunya berbagai aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Persoalan tak berhenti pada udara. Kemarau panjang juga membuat ketersediaan air semakin terbatas. Permukaan air tanah terus menyusut sehingga kebutuhan air bersih masyarakat menjadi tantangan tersendiri.

“Permukaan air tanah terus mengalami penyusutan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, PDAM saat ini setiap hari berkeliling di Kota Jambi mendistribusikan sekitar 35 tangki air kepada masyarakat,” ungkap Maulana.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan. Karena itu, pemerintah tidak hanya melakukan langkah-langkah penanganan secara nyata, tetapi juga mengajak masyarakat melakukan ikhtiar spiritual.

“Oleh karena itu, pada hari ini dengan penuh harap kita hadir melaksanakan Salat Istisqa, didahului dengan memperbanyak istighfar. Sebagai manusia yang lemah dan penuh kekurangan, mari seluruh masyarakat Kota Jambi bersama-sama memperbanyak istighfar dan memohon ampunan Allah SWT,” tuturnya.

Maulana juga mengajak masyarakat memperbanyak zikir, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta memperbanyak sedekah dan infak. Tak kalah penting, hubungan manusia dengan alam dan lingkungan juga harus diperbaiki.

Di tengah kemarau yang panjang dan ancaman karhutla, Salat Istisqa menjadi simbol ikhtiar bersama. Pemerintah dan masyarakat sama-sama berharap hujan segera turun, api padam, udara kembali bersih, dan aktivitas warga kembali normal.(*)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.