Kabut Asap Kepung Batanghari, Pengendara Diminta Waspada!

oleh -11 Dilihat
oleh
Kasat Lantas Polres Batang Hari AKP Agung Prasetyo Soegiono.

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Batang Hari seiring masuknya musim kemarau. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara menurun dan meningkatkan potensi kecelakaan di jalan raya.

Situasi ini mendapat perhatian dari Kasat Lantas Polres Batang Hari AKP Agung Prasetyo Soegiono. Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika melintas di wilayah yang diselimuti kabut asap.

Imbauan tersebut disampaikan melalui grafis resmi Satlantas Polres Batang Hari yang dirilis di media sosial, Kamis (3/9/2026).

“Kabut asap mengurangi jarak pandang. Tetap waspada dan utamakan keselamatan,” kata AKP Agung Prasetyo Soegiono.

Menurutnya, kabut asap tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara. Kondisi tersebut juga dapat memicu berbagai risiko keselamatan.

Ada tiga dampak utama yang perlu diwaspadai pengendara. Pertama, jarak pandang terbatas yang membuat pengendara kesulitan melihat kendaraan maupun kondisi jalan di depan. Kedua, gangguan pernapasan akibat paparan polusi asap. Ketiga, meningkatnya risiko kecelakaan karena visibilitas jalan berkurang.

Karena itu, Satlantas Polres Batang Hari meminta pengendara tidak memaksakan diri ketika kondisi jalan mulai tertutup asap.

Enam langkah sederhana juga perlu diterapkan selama berkendara. Pengendara diminta menyalakan lampu utama agar keberadaannya mudah terlihat pengguna jalan lain.

Selanjutnya, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan untuk mengantisipasi pengereman mendadak. Kecepatan juga harus dikurangi dan disesuaikan dengan jarak pandang.

“Jangan mendahului ketika jarak pandang sangat terbatas karena situasi di depan tidak dapat dipastikan,” imbau AKP Agung.

Pengendara juga dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap serta memastikan kondisi tubuh tetap fit sebelum melakukan perjalanan. Istirahat yang cukup dan memperbanyak konsumsi air putih juga penting.

Selain itu, masyarakat diminta memantau perkembangan kualitas udara melalui informasi dari BMKG maupun instansi terkait. Jika perjalanan tidak mendesak, masyarakat disarankan menundanya hingga kondisi kembali aman.

“Jadilah pengendara yang peduli dan bertanggung jawab. Keselamatan adalah yang utama,” pungkasnya.(*)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.