Sedekah Bubur di Tengah Sawah, Fadhil Arief Ajak Petani Jaga Tradisi dan Genjot Produksi Padi

oleh -229 Dilihat
oleh
Bupati Batanghari M. Fadhil Arief bersama petani melaksanakan tradisi Sedekah Bubur dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur usai menyelesaikan musim tanam padi di Desa Pasar Terusan.

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Hamparan sawah di Desa Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian, berubah menjadi lokasi syukuran penuh makna. Ratusan petani menggelar tradisi Sedekah Bubur dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur usai menyelesaikan musim tanam padi. Tradisi turun-temurun itu turut dihadiri Bupati Batanghari M. Fadhil Arief, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan dipusatkan di Balai Pertemuan Kelompok Tani Pulau Tembesu, RT 08, Desa Pasar Terusan. Kedatangan bupati disambut hangat oleh para tetua adat, pelajar sekolah dasar, serta ratusan warga yang memadati lokasi acara.

Turut hadir mewakili Kapolres Batanghari, Kapolsek Muara Bulian, perwakilan Kejaksaan Negeri Batanghari, Asisten Setda, Camat Muara Bulian, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Lembaga Adat, unsur Forkopimcam, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Fadhil Arief mengapresiasi masyarakat yang terus melestarikan tradisi Sedekah Bubur sebagai bagian dari budaya sekaligus bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas selesainya proses tanam padi.

“Tradisi seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Selain menjadi bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Fadhil, Desa Pasar Terusan memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Batanghari. Karena itu, ia berharap semangat para petani terus dipertahankan agar mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

Ia juga meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan untuk terus mendampingi petani, terutama menjelang musim panen yang diperkirakan berlangsung pada Desember mendatang.

“Setelah panen nanti, saya berharap dinas terkait segera mendampingi petani untuk melakukan musim tanam berikutnya. Potensi pertanian di Desa Pasar Terusan sangat besar dan harus terus dikembangkan,” tegasnya.

Bagi masyarakat Desa Pasar Terusan, Sedekah Bubur bukan sekadar tradisi tahunan. Kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, sekaligus doa agar tanaman padi tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah.

Usai doa bersama, seluruh masyarakat menikmati hidangan yang dibawa masing-masing dari rumah. Suasana makan bersama di tengah hamparan sawah semakin mempererat tali silaturahmi dan menjadi bukti bahwa nilai gotong royong masih hidup di tengah kehidupan para petani Batanghari.(*)

 

Pewarta: Eddwardi

No More Posts Available.

No more pages to load.