Dua Hektare Lahan Terbakar! Karhutla Kembali Mengamuk di Pelayangan

oleh -30 Dilihat
oleh
ILUSTRASI: Karhutla melanda kawasan Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari.

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Api kembali mengamuk di lahan warga. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari. Sedikitnya dua hektare lahan mineral yang ditumbuhi vegetasi kebun kelapa sawit dan karet hangus dilalap si jago merah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Batang Hari Solihin mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Titik api diketahui berada di kawasan RT 03, Jalan Asemerah, Desa Pelayangan.

“Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Titik api diketahui berada di kawasan RT 03, Jalan Asemerah, Desa Pelayangan,” kata Solihin.

Begitu menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Tak ingin api menjalar semakin luas, petugas BPBD bersama Manggala Agni dan Babinsa berjibaku melakukan pemadaman.

Sebanyak 11 personel BPBD diterjunkan ke lokasi. Mereka diperkuat tujuh personel Manggala Agni serta bantuan Babinsa.

“Sebanyak 11 personel BPBD diterjunkan bersama tujuh personel Manggala Agni dan dibantu Babinsa,” ujarnya.

Untuk menjinakkan kobaran api, petugas mengerahkan satu unit mobil tangki, mesin pompa, selang, hingga mesin apung. Medan lahan serta vegetasi yang mudah terbakar membuat proses pemadaman tidak berjalan mudah.

Petugas harus bekerja selama kurang lebih tiga jam sebelum kobaran api berhasil dikendalikan. Namun, pekerjaan belum berhenti setelah api padam. Tim langsung melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi kembali membesar.

Kebakaran tersebut menjadi perhatian serius karena terjadi di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering. Situasi tersebut meningkatkan potensi munculnya titik api dan meluasnya karhutla di sejumlah wilayah Batang Hari.

BPBD Batang Hari pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut berisiko memicu kebakaran, terutama ketika kondisi lahan dan cuaca relatif kering.

Masyarakat juga diminta tidak tinggal diam apabila menemukan titik api maupun kepulan asap. Informasi sedini mungkin sangat dibutuhkan agar petugas dapat bergerak cepat sebelum api menjalar dan menghanguskan lahan lebih luas.

Dua hektare lahan di Pelayangan memang berhasil diselamatkan dari kobaran yang lebih besar. Namun, ancaman karhutla belum benar-benar padam. Di tengah cuaca kering, satu titik api saja cukup untuk kembali membuat si jago merah mengamuk.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.