SWARAJAMBI.NET, BUNGO – Gedung MTQ Lama Kabupaten Bungo dipadati ribuan pelajar SMP dan SMA sederajat, Rabu (5/8/2026). Mereka mengikuti Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), Perundungan, Bahaya Narkoba, serta Kenakalan Remaja.
Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan generasi muda itu merupakan hasil kolaborasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi, Satgaswil Jambi Densus 88 Antiteror Polri, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kabupaten Bungo. Gubernur Jambi Al Haris membuka langsung kegiatan tersebut.
Turut hadir Bupati Bungo H. Dedy Putra, Wakil Bupati Bungo, Kepala BNNP Jambi, Kasatgaswil Jambi Densus 88 AT Polri Kombes Pol Beri Diatra, serta unsur Forkopimda. Kabupaten Bungo menjadi daerah ketiga penyelenggara sosialisasi setelah Kota Jambi dan Kabupaten Kerinci.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa pelajar menjadi kelompok yang harus mendapat perlindungan maksimal di tengah derasnya arus informasi digital yang rentan dimanfaatkan untuk menyebarkan paham radikal maupun penyalahgunaan narkotika.
“Anak-anak kita adalah fondasi masa depan Jambi. Di era keterbukaan informasi saat ini, ancaman intoleransi, radikalisme, hingga penyalahgunaan narkoba menyasar langsung benteng terdepan kita, yaitu para pelajar. Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen penuh memagari generasi muda melalui edukasi masif seperti ini agar mereka tumbuh menjadi SDM yang berkarakter, berakhlak, dan berdaya saing,” ujar Al Haris.
Sementara itu, Bupati Bungo H. Dedy Putra menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bungo sebagai tuan rumah pelaksanaan sosialisasi. Menurutnya, tingginya partisipasi pelajar menunjukkan kepedulian bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan sehat.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dipercayanya Kabupaten Bungo sebagai tuan rumah kegiatan ketiga ini. Kehadiran ribuan siswa hari ini membuktikan antusiasme dan kesadaran kita bersama. Pemkab Bungo siap bersinergi secara berkelanjutan dengan aparat penegak hukum dan BNN untuk memastikan lingkungan sekolah di Bungo bebas dari perundungan, kenakalan remaja, serta zat adiktif,” kata Dedy Putra.
Di sisi lain, Kasatgaswil Jambi Densus 88 AT Polri Kombes Pol Beri Diatra menekankan pentingnya membangun imunitas digital di kalangan pelajar. Menurutnya, kemampuan menyaring informasi menjadi salah satu benteng utama agar generasi muda tidak mudah terpapar propaganda intoleransi, radikalisme, maupun ekstremisme yang banyak beredar melalui ruang digital.
Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah bersama aparat penegak hukum berharap lahir generasi muda yang tidak hanya bebas dari narkoba dan kenakalan remaja, tetapi juga memiliki daya tangkal terhadap penyebaran paham-paham yang mengancam persatuan bangsa.(*)







