Warga Bedah Amdal PT ASN, Limbah hingga CSR Jadi Sorotan

oleh -17 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Rencana pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT Asia Sawit Nusantara (ASN) memasuki tahapan konsultasi publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Kegiatan yang digelar di Balai Desa Simpang Jelutih, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batang Hari, Rabu (15/7/2026), menjadi ruang dialog antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

Amdal merupakan kajian ilmiah mengenai dampak besar dan penting dari suatu rencana usaha atau kegiatan terhadap lingkungan hidup. Kajian ini menjadi instrumen preventif untuk mencegah kerusakan lingkungan sekaligus syarat utama dalam memperoleh perizinan berusaha.

Konsultasi publik tersebut dihadiri Camat Batin XXIV, Kapolsek Batin XXIV, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi dan Kabupaten Batang Hari, Danramil Muara Tembesi, Kepala Desa Simpang Jelutih, jajaran PT Asia Sawit Nusantara, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta ratusan warga Desa Simpang Jelutih.

Dalam sambutannya, unsur Forkopimcam Batin XXIV mengajak masyarakat memanfaatkan forum konsultasi untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun kritik kepada pihak perusahaan dan tim dari Dinas Lingkungan Hidup.

Forkopimcam berharap rencana investasi tersebut dapat diterima masyarakat sepanjang seluruh persyaratan pendirian perusahaan, khususnya aspek Amdal dan perlindungan lingkungan, dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, keberadaan pabrik diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, khususnya warga Desa Simpang Jelutih.

Usai sambutan, pihak PT Asia Sawit Nusantara memaparkan rencana pembangunan pabrik beserta dokumen Amdal. Materi juga disampaikan oleh narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi dan Kabupaten Batang Hari sebelum dilanjutkan dengan sesi dialog.

Dalam sesi tanya jawab, Ketua Adat Simpang Jelutih, H.A. Basit,  meminta perusahaan memastikan limbah cair diolah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ia juga menegaskan agar masyarakat setempat menjadi prioritas utama dalam perekrutan tenaga kerja.

Selain itu, ia berharap pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dilakukan secara transparan dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti bidang pendidikan, rumah ibadah, dan program sosial lainnya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT Asia Sawit Nusantara menyampaikan bahwa perusahaan telah memiliki kajian teknis terkait pengelolaan limbah cair maupun sumber emisi sebagai pedoman pengendalian dampak lingkungan.

Perusahaan juga memastikan pengelolaan dana CSR akan dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pemerintah maupun masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

Masukan juga datang dari Sohibul Wajhi, salah seorang dai Desa Simpang Jelutih. Ia meminta perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan muslim untuk melaksanakan Salat Jumat berjemaah tepat waktu.

Pihak perusahaan memastikan pelaksanaan ibadah Salat Jumat tidak akan terhambat oleh aktivitas operasional sehingga para pekerja muslim tetap dapat menjalankan kewajibannya.

Sementara itu, Ketua RT 06, Bahori, menyoroti potensi dampak operasional pabrik terhadap lingkungan, seperti debu, bau, dan meningkatnya populasi lalat yang dikhawatirkan mengganggu aktivitas warga, terutama para pelaku usaha.

Menjawab kekhawatiran tersebut, perwakilan perusahaan menjelaskan bahwa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) akan dilengkapi kawasan penghijauan untuk membantu mengurangi bau. Selain itu, perusahaan akan menerapkan kebersihan area pabrik secara berkala guna meminimalkan debu serta menyediakan tempat penampungan sementara (TPS) tertutup untuk menekan perkembangan lalat.

Di penghujung kegiatan, seluruh hasil konsultasi dituangkan dalam berita acara dan nota kesepakatan yang ditandatangani oleh perwakilan perusahaan, masyarakat, serta unsur Forkopimcam Batin XXIV sebagai bentuk komitmen bersama.

Konsultasi publik berlangsung tertib, kondusif, dan mendapat respons positif dari masyarakat. Forum tersebut diharapkan menjadi langkah awal terciptanya pembangunan industri yang tetap mengedepankan perlindungan lingkungan serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.