SWARAJAMBI.NET, MUARASABAK Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai program lintas sektor. Hingga tahun 2026, angka stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Timur masih mengacu pada hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 sebesar 23,9 persen, yang menempatkan Tanjab Timur sebagai daerah dengan angka stunting tertinggi kedua di Provinsi Jambi.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jumati menjelaskan, meskipun belum ada survei terbaru dari pemerintah pusat, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) tahun 2025, angka stunting telah menurun menjadi 14,5 persen.
“Harapan kami tentu ada survei terbaru, sehingga dapat diketahui apakah berbagai intervensi yang telah dilakukan benar-benar memberikan hasil yang maksimal,” ujarnya.
Untuk mempercepat penurunan stunting, Dinas PPKB bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi wanita, perusahaan, dan instansi vertikal meluncurkan inovasi GEMAS (Gerakan Bersama Atasi Stunting dengan Nutrisi, Edukasi, dan Sanitasi).
Melalui program tersebut, berbagai pihak diajak berpartisipasi memberikan bantuan berupa dana, nutrisi, beras, telur, maupun kebutuhan lainnya yang akan disalurkan kepada keluarga yang memiliki anak stunting maupun keluarga berisiko stunting.
Sebelum intervensi dilakukan, pemerintah terlebih dahulu melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap penyebab stunting pada setiap anak, mulai dari faktor gizi, penyakit hingga sanitasi. Langkah ini dilakukan agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak serta dapat dievaluasi secara berkala.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga memberikan intervensi langsung melalui pemeriksaan dokter spesialis anak, pemberian pengobatan, serta susu khusus bagi anak yang mengalami stunting. Dinas PPKB juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan stunting sejak dini. Remaja putri dianjurkan rutin mengonsumsi tablet tambah darah, calon pengantin diminta mempersiapkan kesehatan sebelum menikah, serta orang tua diharapkan menghindari pernikahan usia dini yang menjadi salah satu faktor risiko stunting.
Bagi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan sangat dianjurkan. Setelah bayi lahir, pemberian ASI eksklusif juga menjadi langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah terjadinya stunting.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur berharap sinergi seluruh pihak melalui Program GEMAS mampu mempercepat penurunan angka stunting sehingga dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(*)
Pewarta: Erik





