Heboh TKI Bungo Dianiaya Majikan di Malaysia, Pemprov Jambi: Hoaks Lama, Korban Sudah Kembali Bekerja

oleh -303 Dilihat
oleh
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Ariansyah.

SWARAJAMBI.NET, JAMBI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi angkat bicara terkait beredarnya informasi di media sosial yang menyebut seorang perempuan asal Kabupaten Bungo, yang disebut sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), menjadi korban penganiayaan berat oleh majikannya di Malaysia.

Pemprov Jambi memastikan informasi yang viral tersebut tidak sesuai dengan fakta hasil penelusuran dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Juru Bicara Pemprov Jambi yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Ariansyah, menegaskan bahwa perempuan yang disebut dalam informasi tersebut bukan berasal dari Kabupaten Bungo sebagaimana yang ramai diberitakan.

Menurutnya, masyarakat maupun insan pers harus lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

“Diminta kepada rekan-rekan jurnalis dan wartawan media sebaiknya sebelum melakukan wawancara agar berita yang akan diwawancarai dicek dan ricek sumbernya serta dilakukan verifikasi terhadap foto maupun videonya. Bisa jadi itu berita lama atau bahkan hasil editan,” ujar Ariansyah, Jumat (19/6/2026).

Ariansyah menambahkan, informasi terkait pekerja migran Indonesia sebaiknya diperoleh melalui lembaga resmi yang memiliki kewenangan dalam perlindungan dan penanganan pekerja migran, seperti Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), maupun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi.

Menurutnya, proses verifikasi menjadi langkah penting agar setiap informasi yang beredar memiliki dasar yang jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tidak memicu keresahan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bungo, Taufik Hidayat, juga memberikan klarifikasi atas kabar yang beredar. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Camat Rantau Pandan serta pihak keluarga, dipastikan bahwa kasus tersebut merupakan peristiwa lama yang terjadi sekitar dua tahun lalu.

Bahkan, perempuan yang menjadi objek pemberitaan itu saat ini telah kembali bekerja di Malaysia dan tidak berada dalam kondisi sebagaimana yang digambarkan dalam unggahan yang viral belakangan ini.

“Ini berita lama, sekitar dua tahun lalu. Yang bersangkutan sudah bekerja kembali di Malaysia,” tegas Taufik.

Pemprov Jambi pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa didukung data dan sumber yang valid. Verifikasi dan konfirmasi kepada pihak berwenang dinilai menjadi kunci agar tidak terjadi penyebaran informasi menyesatkan yang berpotensi menimbulkan kepanikan publik.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.