Batik Air Mendarat Perdana di Bungo, Al Haris: Gerbang Kebangkitan Ekonomi Jambi Barat Terbuka!

oleh -14 Dilihat
oleh
Gubernur Jambi Al Haris

SWARAJAMBI.NET, MUARA BUNGO – Penantian panjang masyarakat Jambi bagian barat akhirnya terjawab. Maskapai Batik Air resmi membuka rute penerbangan Jakarta (CGK)–Muara Bungo (BUU), ditandai dengan seremonial pendaratan dan penerbangan perdana di Bandara Muara Bungo, Senin (15/6/2026).

Momentum bersejarah itu dihadiri langsung Gubernur Jambi Al Haris bersama sejumlah kepala daerah, anggota DPR RI, pejabat pemerintah provinsi, serta jajaran manajemen Batik Air. Hadir di antaranya Bupati Bungo Dedi Putra, Wakil Bupati Merangin A. Khafid Moein, Bupati Tebo Agus Rubiyanto, Wakil Bupati Dharmasraya, anggota DPR RI Zulfikar Ahmad dan Edi Purwanto, serta unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Al Haris menyebut beroperasinya Batik Air di Bandara Muara Bungo sebagai tonggak penting pemerataan pembangunan di Provinsi Jambi. Menurutnya, akses transportasi udara yang lebih baik akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan mempercepat mobilitas masyarakat di wilayah barat.

“Wilayah barat memiliki jumlah penduduk yang besar. Karena itu akses transportasi yang memadai sangat dibutuhkan. Kehadiran Bandara Muara Bungo harus menjadi pemicu pemerataan pembangunan antara wilayah barat dan timur Jambi,” tegas Al Haris.

Gubernur juga mengungkapkan sejumlah rencana pengembangan bandara yang tengah dipersiapkan. Mulai dari pembangunan terminal VIP, ruang pertemuan tamu resmi, hingga pembangunan taxiway yang telah mendapat perhatian dari Kementerian Perhubungan.

Menurutnya, pemerintah daerah siap mendukung penuh ekspansi bandara karena ketersediaan lahan tidak menjadi persoalan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan Bandara Muara Bungo di masa depan.

Al Haris menegaskan, pembangunan Jambi tidak boleh hanya terpusat di Kota Jambi. Karena itu, Pemprov terus mendorong dukungan pemerintah pusat agar alokasi pembangunan ke wilayah barat semakin besar.

“Kita ingin pertumbuhan ekonomi lebih merata. Jambi Barat harus tumbuh dan berkembang agar kesejahteraan masyarakat bisa dirasakan secara lebih luas,” katanya.

Tak hanya itu, Al Haris kembali menyuarakan dukungan agar Kabupaten Bungo ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Status tersebut diyakini akan mempercepat masuknya berbagai program strategis dan investasi ke daerah.

Pada kesempatan yang sama, Al Haris juga mengungkapkan bahwa Pemprov Jambi telah mengusulkan kepada Menteri Perhubungan agar Bandara Sultan Thaha memperoleh kembali status internasional. Potensi mahasiswa asing dan tingginya jumlah jamaah umrah dari Jambi menjadi alasan utama pengajuan tersebut.

“Kehadiran Batik Air rute Jakarta–Muara Bungo menjadi awal yang baik. Semoga layanan ini membawa kemudahan bagi masyarakat, mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, dan membantu mewujudkan Jambi yang lebih seimbang dan maju,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bungo Dedi Putra mengaku terharu menyaksikan penerbangan perdana tersebut. Ia mengenang perjuangan panjang pengadaan lahan bandara seluas 360 hektare yang dimulai pada masa kepemimpinan Zulfikar Ahmad sebagai Bupati Bungo.

“Dari tanah yang tidak ada, kita beli 360 hektare. Alhamdulillah hari ini hasil perjuangan itu terus berprogres,” ungkap Dedi.

Ia menilai kehadiran Batik Air akan memberikan dampak besar bagi konektivitas wilayah Jambi Barat dan Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Apalagi Bandara Muara Bungo berada di tengah kawasan yang dikelilingi enam kabupaten dan satu kota di Jambi serta satu kabupaten di Sumbar.

“Bandara ini bukan hanya milik masyarakat Bungo, tetapi juga melayani seluruh Jambi Ulu Barat dan Dharmasraya. Karena itu kami berharap seluruh daerah sekitar ikut mendukung keberlangsungan penerbangan ini,” katanya.

Dedi optimistis akses transportasi udara yang semakin mudah akan menarik investasi baru, mempercepat arus bisnis, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dukungan juga datang dari Kementerian Perhubungan. Melalui Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Udara Endah Purnama Sari, pemerintah pusat memberikan apresiasi atas kolaborasi Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Bungo, pengelola bandara, dan Batik Air dalam mewujudkan rute baru tersebut.

Menurutnya, penerbangan Jakarta–Muara Bungo memiliki nilai strategis karena dapat mempercepat konektivitas nasional dan memperlancar mobilitas masyarakat, investasi, perdagangan, hingga sektor pariwisata.

“Bungo memiliki posisi strategis sebagai gerbang wilayah barat Provinsi Jambi. Kehadiran rute ini akan memperlancar arus orang dan barang antarwilayah sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama Batik Air Danel Putu Kunciro mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat pada penerbangan perdana tersebut. Pesawat yang melayani rute Jakarta–Muara Bungo tercatat mengangkut 139 penumpang.

Pihaknya optimistis tingkat keterisian penumpang dapat mencapai lebih dari 125 orang per hari. Keyakinan itu didukung oleh besarnya potensi sektor pariwisata, perkebunan sawit, pertambangan emas, dan batu bara di wilayah Bungo dan sekitarnya.

“Kami melihat potensi pasar yang sangat baik. Namun tentu perlu dukungan peningkatan fasilitas bandara, terutama sistem penanganan bagasi dan beberapa sarana pendukung lainnya agar konektivitas berjalan semakin optimal,” pungkasnya.

Penerbangan perdana Batik Air ini menjadi babak baru transportasi udara di Jambi Barat. Harapannya, Bandara Muara Bungo tidak hanya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan yang selama ini menanti akses konektivitas lebih cepat dan efisien.(*)

.

No More Posts Available.

No more pages to load.