Emak-Emak Desa Pelayangan Bergerak! Gerebek Rumah Terduga Bandar Narkoba, Kapolres Batang Hari Turun Tangan

oleh -69 Dilihat
oleh
Kapolres Batang Hari AKBP Arya Tesa Brahmana bersama warga Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi.

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Kapolres Batang Hari AKBP Arya Tesa Brahmana turun langsung ke Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, pada Jumat (29/5/2026) guna meredam ketegangan sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat. Kehadiran Kapolres ini merespon keresahan kaum ibu atau “power emak-emak” setempat.

Dilaporkan pada Kamis (28/5/2026) malam, ratusan warga yang didominasi kaum ibu turun langsung melakukan aksi mendatangi rumah seorang warga berinisial E yang diduga menjadi salah satu titik peredaran narkoba di Desa Pelayangan.

Pertemuan digelar di Balai Desa Pelayangan ini turut dihadiri Camat Muara Tembesi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.

Tangis dan suara penuh harap mewarnai forum tersebut. Salah satu perwakilan warga, seorang ibu rumah tangga, menyampaikan keresahan yang selama ini dipendam masyarakat.

“Anak cucu aku dan keturunan warga sini dak mau makan narkoba. Kalo dak ado tempat jualnyo pasti budak dak beli. Tolong nian carikan solusi untuk warga kami,” ujarnya dengan nada haru.

Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan warga lain yang hadir. Mereka berharap aparat bertindak tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam jaringan narkoba di desa mereka.

Menanggapi aspirasi tersebut, AKBP Arya Tesa Brahmana menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya. Ia memastikan tidak ada toleransi bagi pelaku maupun pihak yang mencoba membekingi peredaran narkotika.

“Narkoba ini extraordinary crime atau kejahatan luar biasa. Dampaknya sangat besar, merusak masa depan anak-anak kita, menghancurkan kehidupan keluarga, dan menyebar ke mana-mana. Ini yang harus kita lawan bersama,” tegas Kapolres di hadapan warga.

Kapolres juga menyoroti perubahan drastis yang dialami para pengguna narkoba. Banyak di antaranya yang sebelumnya dikenal sebagai petani, pekebun, dan pekerja produktif, namun berubah setelah terjerat narkotika.

“Ketergantungan narkoba membuat seseorang kehilangan arah hidup. Karena itu pemberantasannya harus dilakukan bersama-sama,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres mengajak masyarakat agar tidak takut memberikan informasi kepada aparat kepolisian. Ia memastikan identitas pelapor akan dirahasiakan.

“Jangan takut dan jangan ragu. Kalau ada informasi, segera sampaikan kepada kami atau aparat setempat. Semakin cepat informasi kami terima, semakin cepat pula penanganannya,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada penindakan hukum, Polres Batang Hari juga membuka jalur rehabilitasi bagi warga yang ingin lepas dari ketergantungan narkoba.

“Kalau ada keluarga yang ingin sembuh dan berhenti dari narkoba, sampaikan kepada kami. Kami punya jalur rehabilitasi dan siap membantu semampu kami agar mereka bisa pulih dan kembali menjadi warga yang berguna,” kata AKBP Arya.

Ia pun mengaku bangga melihat tingginya kepedulian warga Desa Pelayangan terhadap bahaya narkoba. Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh masyarakat.

“Saya bangga dengan semangat bapak dan ibu semua yang ingin wilayahnya bersih dari narkoba. Ini bentuk kepedulian luar biasa demi masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.

Di akhir pertemuan, Kapolres kembali mengingatkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan kepolisian demi menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba.

“Sekali lagi mari kita bersatu. Sampaikan setiap informasi yang didapat. Terima kasih atas dukungan seluruh warga. Mari kita jaga lingkungan kita tetap aman dan terbebas dari narkoba,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami informasi terkait dugaan keterlibatan warga berinisial E dan memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.(*)

 

Pewarta: Eddwardi

No More Posts Available.

No more pages to load.