SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Sebanyak 210 jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Batang Hari dipastikan siap berangkat menuju Tanah Suci pada musim haji 2026. Mereka tergabung dalam Kloter 23 yang dijadwalkan bertolak pada 17 Mei 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Batang Hari, H Helmi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/5/2026), menyampaikan bahwa seluruh proses persiapan keberangkatan telah rampung.
“Untuk jemaah Kloter 23 sebanyak 210 orang akan dilepas langsung oleh Bupati Batang Hari, M. Fadhil Arief, dari rumah dinas bupati pada 17 Mei nanti,” ujarnya.
Helmi menjelaskan, total jemaah haji asal Batang Hari tahun ini berjumlah 213 orang. Namun, tiga orang di antaranya tergabung dalam kloter berbeda, yakni dua orang di Kloter 22 dan satu orang di Kloter 24.
Sebagai bagian dari persiapan fisik, pihaknya juga akan menggelar kegiatan kebugaran dan adaptasi cuaca bagi para JCH. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026 di Alun-alun Muara Bulian mulai pukul 10.00 WIB hingga siang hari.
“Seluruh jemaah wajib mengenakan pakaian olahraga. Ini penting untuk menjaga stamina menjelang keberangkatan,” tambahnya.
Selain itu, pengumpulan koper besar jemaah akan dilakukan pada 15 Mei di Aula Kantor Kementerian Haji Batang Hari. Seluruh barang akan dijaga oleh panitia pelaksana hingga hari keberangkatan.
Sehari sebelum keberangkatan, tepatnya 16 Mei, tim terpadu yang terdiri dari Polres Batang Hari, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan akan melakukan pengecekan kendaraan serta tes kesehatan bagi para sopir, termasuk tes narkoba.
“Ini untuk memastikan keselamatan jemaah selama perjalanan menuju Asrama Haji,” tegas Helmi.
Adapun tim terpadu pemberangkatan juga melibatkan unsur Kesra Pemkab Batang Hari, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya.
Dari total 213 jemaah, terdiri dari 95 laki-laki dan 118 perempuan. Jemaah tertua tercatat atas nama Syamsinah Awi Usman (84 tahun), sementara yang termuda adalah Meshcah Claula Farica (22 tahun).
Rincian asal jemaah per kecamatan yakni Muara Bulian 99 orang, Mersam 32 orang, Bajubang 21 orang, Muara Tembesi 18 orang, Pemayung 16 orang, Maro Sebo Ulu 11 orang, Bathin XXIV 8 orang, dan Maro Sebo Ilir 8 orang.
Di akhir penyampaiannya, Helmi mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan mengingat perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi yang cukup ekstrem.
“Kesehatan adalah kunci agar ibadah berjalan lancar. Jaga pola makan, istirahat cukup, dan konsumsi vitamin,” pungkasnya.(*)







