Kunker Wamentan di Batang Hari, Bupati Fadhil Arief Sampaikan Hal Ini

oleh -99 Dilihat
oleh
Wamentan Sudaryono memimpin rapat virtual bersama 16 provinsi di Indonesia yang dipusatkan di Kabupaten Batang Hari.

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief dan Wakil bupati H. Bahtiar menyambut langsung kedatangan Wakil Menteri Pertanian (wamentan) RI Sudaryono yang didampingi Gubernur Jambi Al Haris di lokasi persawahan Kelurahan Muara Bulian, Kecamatan Muarabulian, Selasa (21/4/2026).

Kedatangan Wamentan Sudaryono bersama Gubernur Jambi ini dalam rangka percepatan gerakan tanam padi.

Sudaryono mengatakan bahwa percepatan tanam khususnya di lahan cetak sawah rakyat, akan terus didorong sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini capaian produksi pangan, terutama beras, menunjukkan tren positif dan semakin mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Berdasarkan prediksi BMKG tahun ini akan terjadi kemarau panjang yang disebut sebagai fenomena Godzilla El Nino. Bahkan dengan intensitas yang lebih ekstrem.

Untuk itu, Sudaryono meminta para petani segera melakukan penanaman selagi curah hujan masih tersedia.

“Benih bisa kita berikan gratis, pupuk ada subsidi, tapi air tidak bisa kita adakan. Mumpung sekarang hujan, tanam sekarang, tanam segera,” ujar Sudaryono.

“Ini agar masa panen dapat berlangsung lebih cepat dan optimal,” imbuhnya.

Wamentan mengatakan pemerintah pusat akan lanjutkan dan terus hadir membantu daerah, termasuk Kabupaten Batang Hari, dalam memenuhi berbagai kebutuhan pertanian agar program yang telah berjalan dapat terus berlanjut tanpa kendala.

Wamentan juga meminta seluruh kepala daerah, dinas pertanian, dan penyuluh di 16 provinsi untuk menggerakkan petani melakukan percepatan tanam, baik di lahan cetak sawah baru maupun lahan optimalisasi rawa.

“Saya menekankan pentingnya mengidentifikasi kendala di lapangan, agar pemerintah dapat segera memberikan solusi yang tepat bagi para petani,” katanya.

Wamentan juga mengapresiasi sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para penyuluh pertanian Kabupaten Batang Hari.

“Indonesia kini sudah mandiri pangan tanpa impor beras, namun kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan tetap harus dijaga,” katanya.

Sementara itu, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan luas tanam padi tahun ini mencapai lebih dari 8. 252 hektare.

“Dengan target ini terbilang meningkat jika di banding dengan tahun lalu yang mencapai 7.250 hektar yang sudah tertanam,”katanya.

Ia juga menegaskan bahwa berbagai bantuan dari pemerintah pusat, seperti benih, pupuk subsidi, dan alat mesin pertanian, telah dirasakan manfaatnya oleh petani di daerah.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu mendapat perhatian, salah satunya pembangunan irigasi di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas sekitar 603, 5 hektare.

“Hal ini dinilai penting agar lahan yang telah dicetak tidak terdampak banjir dan dapat dimanfaatkan secara optimal,”ujarnya.

Bupati Fadhil juga memastikan bahwa proses tanam padi di Batang Hari akan dimulai hingga awal Mei mendatang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kemarau panjang atau fenomena Gozzila El Nino, sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan baik.

Pada kegiatan itu, wamentan turun langsung ke sawah bersama kelompok tani untuk melakukan penanaman padi, sebagai bagian dari program nasional percepatan tanam yang dicanangkan Kementerian Pertanian.

Dan juga Wamentan memimpin rapat virtual bersama 16 provinsi di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan daerah menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi sektor pertanian.

Pemerintah pusat membuka ruang dialog dan memastikan akan memberikan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing daerah, guna mendukung peningkatan produksi pangan.(*)

 

Pewarta: Eddwardi

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.