SWARAJAMBI.NET, JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa pengusaha dan pekerja merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling membutuhkan dalam satu ekosistem yang menopang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Buruh 2026 bertema *“Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”* di Lapangan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, Kamis (30/4/2026) pagi.
Menurut Al Haris, hubungan antara pengusaha dan pekerja harus dibangun secara harmonis. “Perusahaan dan pekerja itu seperti satu rumah besar, harus saling mendukung. Perusahaan bisa untung, pekerja juga harus sejahtera. Di situlah keberlangsungan akan tercipta,” ujarnya.
Ia juga memaparkan kondisi ketimpangan ekonomi di Jambi yang dinilai semakin membaik. Gini Ratio Provinsi Jambi saat ini berada di kisaran 2,91, menunjukkan kesenjangan pendapatan yang mulai menurun dibanding sejumlah provinsi lain di Sumatera.
“Artinya kesenjangan di Jambi sudah cukup baik,” kata Al Haris.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh buruh di Jambi atas kontribusi mereka terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, kerja keras para buruh bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh buruh di semua sektor industri. Apa yang saudara lakukan adalah bagian dari pembangunan,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Jambi, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pekerja, salah satunya melalui penetapan Upah Minimum Provinsi berdasarkan Kajian Hidup Layak (KHL). Selain itu, pemerintah juga mendorong perusahaan untuk memberikan perlindungan melalui kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Al Haris turut menyoroti upah pekerja paruh waktu yang masih relatif rendah. Ia memastikan pemerintah akan terus memperluas perlindungan, termasuk melalui program asuransi bagi pekerja rentan yang saat ini telah menjangkau sekitar 120 ribu orang setiap tahun.
“Ke depan akan kita tingkatkan lagi. Kita ingin pekerja merasa aman, ada jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan 200 paket sembako kepada pekerja, santunan kepada 150 anak yatim, serta penghargaan bagi 10 perusahaan yang dinilai berhasil menjalankan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.
Sementara itu, Wakil Ketua Tripartit Provinsi Jambi, Akhmad Bestari, mengatakan peringatan ini merupakan bagian dari program Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja.
“Tahun ini kami mengusung tema ‘Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja’. Kegiatannya meliputi bakti sosial, pembagian sembako, santunan anak yatim, hingga donor darah,” ujarnya.
Ia menambahkan, rangkaian peringatan May Day akan berlanjut pada 1 Mei 2026 dengan berbagai kegiatan yang digelar oleh serikat pekerja, perusahaan, hingga mahasiswa di sejumlah titik di Jambi.(*)






