Staf Ahli Menteri LH Nyatakan Jambi Jadi Contoh Gerakan Tanam Pohon Serentak

oleh -44 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NET,JAMBI – Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya Nur Adi Wardoyo menyatakan bahwa Provinsi Jambi dapat dijadikan contoh yang menggerakkan penanaman pohon serentak di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikannya saat Penanaman Pohon Serentak se-Provinsi Jambi dalam rangkaian HUT Ke-69 Provinsi Jambi, di Sempadan Sungai Batanghari, Dusun Tuo, Desa Pematang Jering Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (28/1/2026).

Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Jambi  Al Haris, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Forkopimda Provinsi Jambi, dan Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris) serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Nur Adi Wardoyo menyampaikan bahwa dari Kementerian Lingkungan Hidup sangat mengapresiasi inisiatif dari Gubernur Jambi Al Haris serta jajarannya dimana HUT Provinsi Jambi dijadikan gerakan untuk melakukan penanaman pohon sebagai bentuk kesadaran dalam menjaga lingkungan dan untuk kelangsungan hidup manusia.

“Untuk acara menanam pohon serentak hari ini kami mengharapkan bahwa ini menjadi guliran yang berlanjut tidak berhenti di acara hari ini, tetapi bergulir ke seluruh penjuru Jambi, dilakukan oleh semua stakeholder di Jambi sampai kepada setiap lingkungan warga. Dengan penanaman pohon ini akan menjadi hijau, teduh, bersih dan juga sehat ya secara lingkungannya,” ungkap Nur Adi Wardoyo.

Sementara itu, Gubernur Al Haris menyatakan bahwa Gerakan Penanaman Pohon Serentak ini dimaksudkan sebagai bentuk dan upaya untuk pemulihan areal dari degradasi dan kerusakan. Bibit yang digunakan untuk penanaman serentak ini meliputi bibit kayu-kayuan, bibit penghasil Hasil Hutan Bukan Kayu seperti buah-buahan, dan jenis-jenis Multi Purpose Tree Species (MPTS) lainnya.

“Kita masih ingat sekaligus keprihatinan yang mendalam terhadap kejadian yang menimpa Saudara-Saudari kita di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang dilanda bencana banjir, erosi, tanah longsor, dan banjir bandang, sebagai akibat dari kurangnya keberadaan pohon dan ekosistem hutan, sehingga daya dukung dan daya tampung sebagai fungsi lindung, hidrologis, dan tata air tidak mampu menyerap, menahan, dan menampung debit air yang besar seiring cuaca ekstrem terjadinya curah hujan tinggi,” ujar Gubernur Al Haris.

Adapun jumlah bibit tanaman yang berhasil ditanam sebanyak 201.274 batang, terdiri dari tanaman yang ditanam oleh kelompok masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Perhutanan Sosial sebanyak 188.709 batang, Pemerintah Daerah Kabupaten berkolaborasi dengan UPTD KPHP lingkup Dinas Kehutanan Provinsi Jambi sebanyak 3.330 batang, dan pemegang perijinan berusaha bidang Kehutanan 9.235 batang dengan total luas sekitar 503,2 Hektar. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.