Program SPHP Bulog Sukses Stabilkan Harga Beras di Pasar

oleh -314 Dilihat
oleh
Beras program SPHP yang didistribusikan Bulog sangat membantu masyarakat.

SWARAJAMBI.NET, MUARABUNGO – Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan Perum Bulog terbukti berhasil menstabilkan harga beras di pasar, yang sebelumnya mengalami kenaikan signifikan. Melalui penyaluran beras SPHP, harga beras medium kini kembali berada dalam kisaran yang terjangkau oleh masyarakat.

Saat di konfirmasi kepada kepala Perum Bulog Kancab Muara Bungo, Ichsan Nurul Hakim menyampaikan bahwa pendistribusian beras SPHP telah dilakukan secara masif ke seluruh pasar tradisional dan modern di berbagai daerah.

“Kami terus memastikan ketersediaan beras dengan kualitas terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini juga membantu mengurangi ekonometrik harga yang sempat terjadi di tingkat pengecer,” ujar Ichsan Nurul.

Menurut data Bulog, hingga pertengahan Januari 2025, lebih dari 150 ton beras telah disalurkan ke pasar melalui program SPHP. Harga beras medium kini stabil pada kisaran Rp 12.000 hingga Rp 12.600 per kilogram, sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Pedagang dan konsumen pun merasakan dampak positif dari upaya ini. Saat dikonfirmasi kepada kepala UPTD pasar tradisional kabupaten bungo yanto

mengatakan bahwa harga beras SPHP ini sangat di minati oleh Masyarakat kabupaten bungo “Pelanggan saya banyak sekali membeli beras SPHP ini, karna harga yang murah dan beras yang lembut banyak di minati oleh Masyatakat kabupaten bungo Mereka juga tahu ada beras SPHP yang lebih murah tapi kualitasnya tetap bagus,” ungkap Yanto.

Program SPHP merupakan salah satu langkah strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Perum Bulog menegaskan akan terus menjaga dinamika pasar dan memastikan distribusi beras SPHP berjalan lancar hingga harga beras benar-benar stabil di seluruh wilayah kabupaten bungo.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program ini dan tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan beras di tengah harga pangan global. (*)

 

Pewarta: Lidia

 

No More Posts Available.

No more pages to load.