Dikalungi Syal, Tim Wushu Jambi Disambut Meriah

oleh -725 Dilihat
oleh
Tim wushu Jambi yang habis berjuang di PON Aceh-Sumut 2024 dengan membawa pulang 8 medali.

 

SWARAJAMBI, JAMBI – Tim Wushu Jambi tiba di Bandara Sultan Thaha usai berlaga di PON Aceh-Sumut 2024, Selasa (17/9/2024) malam.

Tim besutan Roy Setiadi, Nelin dan kawan-kawan ini membawa pulang 8 medali dengan rincian 1 perak dan 7 perunggu.

Kedatangan tim wushu Jambi ini disambut meriah. Selain keluarga, mereka juga disambut Bendahara KONI Jambi Rubi Salam bersama jajaran dan perwakilan Dispora Provinsi Jambi, Bambang Irawadi yang menjabat Kasi Olahraga.

Rubi Salam kemudian mengalungi syal kepada Melisa Try Andani sebagai perwakilan dari tim wushu Jambi. Melisa yang mengenakan seragam kontingen Jambi ini langsung mengucapkan terima kasih.

Melisa meminta maaf karena tidak berhasil mempersembahkan medali emas untuk Jambi.

“Mohon maaf belum bisa kembali memberikan medali emas,” ujarnya.

Saat pertandingan Melisa mengalami cedera di tempurung lututnya dan dirinya harus dioperasi. Sebelumnya di PON XXI Papua, Melisa mempersembahkan medali emas.

Di PON Aceh-Sumut 2024 ini Melisa Try Andani satu-satunya yang mempersembahkan medali perak. Medali itu diraihnya dari sanda kelas 56 kg putri.

Sedangkan perunggu didulang oleh Veren Aprillia dari nomor jianshu dan qiangshu putri, Sukma Tri Nur Azizah dari nomor wing chun wooden dummy + wing chun butterfly sword putri.

Berikutnya, Candika Nugraha/Zio Catriadi di nomor duilian putra, Anastasya Astuti/Veren Aprillia/Ananda Sri Mardiana di duilian putri, Dewi Erviani di sanda kelas 48 kg putri, Anggi Natalia Siahaan di kelas 60 kg, dan Raymond Chan di kelas 52 kg.

Dengan capaian tersebut menempatkan tim wushu Jambi pada peringkat sembilan klasemen akhir.

Menurut Eisen Gauw, Ketua Umum Pengprov Wushu Jambi, hasil itu sudah merupakan prestasi yang optimal. Dari proses latihan keras para atlet pada pemusatan latihan daerah selama dua bulan.

“Anak-anak itu latihan pagi sore, mereka juga tryout ke China. Kemudian juga mendatangkan pelatih China. Mereka melakukan ketekunan yang sungguh-sungguh,” ujar Eisen.

“Kita juga mendatangkan wasit dari PB.Wushu Indonesia untuk simulasi dan evaluasi kesiapan Wushu untuk meraih medali di PON Aceh-Sumut,” imbuhnya.

Dengan persiapan selama dua bulan, diakui Eisen masih kurang.

“Seharusnya lebih dari itu. Agar mendapatkan hasil yang maksimal. Tapi, kita dengan meraih satu perak dan 7 perunggu ini sudah bagus. Banyak kontingen yang tidak bisa meraih hasil seperti kita,” terangnya.

Eisen juga mengatakan regenerasi sudah berjalan dengan baik. Hal itu terlihat dengan prestasi yang dicapai atlet wushu junior yang meraih perunggu.

“Terutama pada seni atau taolu. Yang tidak ada hambatan. Saat pademi Covid-19 misalnya, atlet taolu malah bertambah dan aktif berlatih karena tidak berinteraksi langsung satu sama lainnya. Hasilnya seperti terlihat sekarang ini. Beda dengan sanda. Tapi, regenerasi sanda tetap ada dan sala satunya adalah Agus Pratama Surato, yang mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Junior di Brunei Darussalam,” katanya.

Menyinggung soal pembinaan kedepan, Eisen mengatakan, akan terus melakukan seleksi dan membina atlet-atlet wushu Jambi untuk mendapatkan atlet yang bisa meraih prestasi.

“Termasuk membina atlet Sanda sebanyak-banyaknya agar perolehan medali emas di nomor ini lebih banyak lagi. Tentunya, kami berharap dukungan penuh dari KONI Jambi dan lainnya,” harapnya.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.