FORPROV II KORMI Jambi Diwarnai Polemik, AOPGI Kota Jambi Pilih Tak Kirim Delegasi

oleh -11 Dilihat
oleh
Para atlet Assosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia (AOPGI) saat mengikuti kejuaraan.

SWARAJAMBI.NET, JAMBI – Penyelenggaraan Festival Olahraga Masyarakat Indonesia (FORPROV) II KORMI Provinsi Jambi yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November hingga 4 Desember 2026 mulai diwarnai polemik. Assosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia (AOPGI) Kota Jambi menyatakan kecewa terhadap tata kelola penyelenggaraan cabang olahraga pendakian gunung.

Ketua AOPGI Kota Jambi, Andy Chandra, menilai persiapan kompetisi di bawah koordinasi AOPGI Provinsi Jambi belum didukung kejelasan regulasi, sistem seleksi, dan koordinasi organisasi yang memadai.

Padahal, FORPROV II KORMI diharapkan tidak sekadar menjadi ajang memeriahkan olahraga masyarakat.

Lebih dari itu, festival tersebut semestinya menjadi wadah penjaringan pegiat berprestasi untuk mewakili Jambi pada Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) 2027.

Andy menyoroti sejumlah persoalan mendasar. Salah satunya, belum jelasnya status FORPROV sebagai ajang seleksi menuju FORNAS. Kondisi itu dinilai berpotensi menghilangkan esensi kompetisi sebagai ruang pembinaan dan penjaringan atlet berprestasi.

Selain itu, mekanisme pendaftaran peserta juga dipersoalkan. Peserta disebut berasal dari kalangan umum dan dikenakan biaya pendaftaran, dengan proses registrasi melalui KORMI kabupaten/kota.

Namun, menurut AOPGI Kota Jambi, belum ada kejelasan mengenai standar kualifikasi maupun penyaringan prestasi yang diterapkan.

Persoalan lain adalah minimnya koordinasi formal antara AOPGI Provinsi Jambi sebagai penyelenggara dengan AOPGI Kota Jambi sebagai organisasi di wilayah tuan rumah.

Andy juga menilai sejumlah kesepakatan dalam rapat kerja sebelumnya di Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, belum dilaksanakan secara konsisten.

Bahkan, konsep pertandingan disebut mengalami perubahan dan dinilai belum sesuai dengan standar AOPGI, terutama terkait kuantitas peserta.

“Organisasi ini adalah organisasi besar. Akankah kita harus selalu memaklumi hal seperti ini dan enggan melangkah maju untuk menjadi institusi yang lebih profesional?” tegas Andy, Jumat (6/11/2026).

Kekecewaan tersebut akhirnya membuat AOPGI Kota Jambi mengambil sikap tidak mengirimkan delegasi resmi dalam FORPROV II KORMI. Keputusan itu disebut sebagai bentuk keberatan terhadap pola komunikasi dan manajemen penyelenggaraan yang dinilai belum berjalan sebagaimana mestinya.

Sebagai tindak lanjut, AOPGI Kota Jambi berencana menyampaikan nota keberatan secara resmi kepada AOPGI Provinsi Jambi. Surat tersebut juga akan ditembuskan kepada KORMI Kota Jambi, KORMI Provinsi Jambi, serta Panitia Besar FORPROV II KORMI Provinsi Jambi.

AOPGI Kota Jambi berharap polemik ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak terkait. Sebab, penyelenggaraan festival olahraga masyarakat semestinya tidak hanya mengejar kemeriahan, tetapi juga menjunjung tinggi transparansi, profesionalisme, kepastian regulasi, dan kualitas kompetisi.

Dengan demikian, FORPROV benar-benar dapat menjadi ruang pembinaan dan penjaringan pegiat olahraga berprestasi, sekaligus melahirkan wakil terbaik Jambi untuk berlaga di FORNAS 2027.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.