SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Polisi menyebut mayat yang dievakuasi dalam areal perkebunan sawit PT Inti Bahar Utama (IBU) di RT 07 Desa Kuap, Pemayung, Jumat (2/1/ 2026), merupakan karyawan kontrak PT Inti Bahar Utama (IBU). Diduga kematian korban akibat tenggelam.
“Korban diketahui bernama Asep Sugiana, berusia 41 tahun. Saat dievakuasi, kondisi mayat mengapung di lokasi kejadian yang digenangi air cukup tinggi akibat luapan sungai Batang Hari,” ujar Kapolsek Pemayung AKP L Nauli Harahap kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026).
Setelah dievakuasi, jasad korban dibawa ke Puskesmas Jembatan Emas untuk dilakukan visum luar.
“Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda- tanda kekerasan pada tubuh korban. Kita bawa lagi korban ke rumah sakit Hamba Muara Bulian,” terangnya.
Nauli mengungkapkan bahwa korban sebagai karyawan kontrak PT IBU berdasarkan keterangan saksi yang merupakan kawan korban sendiri. Saat itu Rabu (31/12/2025) pagi sekira pukul 09.00 WIB, korban meninggalkan kamp pembibitan dengan berjalan kaki. Alasannya mau ngecas hape di kamp manajer.
Di areal perkebunan kelapa sawit PT IBU, akses jalan menuju kamp manajer dalam keadaan tenggelam dikarenakan naiknya debit air Sungai Batang Hari dengan kedalaman kurang lebih 1- 1,5 meter.
“Pada Kamis, 1 Januari 2026, korban belum juga tiba di kamp manajer. Karyawan kontrak yang lain melaporkan kepada manajer PT.IBU bahwa korban tidak pulang. Mereka juga melakukan pencarian terhadap korban namun tak ditemukan,” kata Nauli.
Pada Jumat (2/1/2026) sekira pukul 11.00 WIB, seorang karyawan PT IBU atas nama Willyin di tengah jalan melihat korban yang sudah terapung dengan posisi terlentang di perkebunan sawit. Kemudian karyawan itu melaporkan ke manajer perusahaan.
“Kemudian manajer perusahaan melaporkan kejadian penemuan mayat kepada Polsek Pemayung. Kita langsung turun ke lokasi kejadian,” ujar Nauli.
Untuk sekarang mayat korban masih berada di ruang jenazah RS Hamba Muara bulian guna menunggu langkah dari pihak perusahaan.
“Menunggu koordinasi pihak perusahaan dengan keluarga korban yang berada di Kalimantan Tengah,” tegas Nauli.
“Kuat dugaan korban meninggal akibat terpeleset dan masuk kanal yang airnya sedang dalam. Korban sendiri tidak bisa berenang,” pungkasnya.(*)
Pewarta: Eddwardi





