Zulva Fadhil Raih Penghargaan Bergengsi Mata Lokal Festival, Rumah Bunda Jadi Sorotan

oleh -87 Dilihat
oleh
Ketua TP PKK Kabupaten Batang Hari, Zulva Fadhil, meraih penghargaan Best Responsive Community Services dalam ajang Mata Lokal Festival 2026 yang digelar Tribun Network di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Rabu (7/10/2026). (F:tribun)

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Ketua TP PKK Kabupaten Batang Hari, Zulva Fadhil, meraih penghargaan Best Responsive Community Services dalam ajang Mata Lokal Festival 2026 yang digelar Tribun Network di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi pelayanan masyarakat melalui program Rumah Bunda di Kabupaten Batang Hari. Program tersebut dinilai menjadi salah satu upaya menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan dan aspirasi sekaligus menghubungkannya dengan pemerintah daerah.

Zulva menerima penghargaan tersebut dengan penuh syukur. Ia mengaku sejak awal Rumah Bunda dibangun, penghargaan bukanlah target utama.

“Alhamdulillah. Saya ucapkan Alhamdulillah wa syukurillah kepada Allah SWT atas penghargaan malam hari ini,” ujar Zulva dikutip dari Tribun Jambi, Kamis (8/10/2026).

Menurut Zulva, Rumah Bunda lahir dari niat untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, penghargaan yang diterimanya menjadi sebuah kejutan sekaligus apresiasi atas perjalanan program tersebut.

“Suatu yang sebenarnya tidak pernah saya bayangkan. Saya tidak pernah berharap mendapatkan award ini. Prinsip saya, niat baik saja, jalankan, mudah-mudahan memberi manfaat yang besar,” katanya.

Zulva kemudian menyampaikan terima kasih kepada Tribun Network, Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Bupati dan Wakil Bupati Batang Hari, serta masyarakat yang selama ini memberikan dukungan terhadap Rumah Bunda.

Ia juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada suaminya, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief, yang disebutnya terus memberikan dukungan terhadap berbagai gagasan untuk Rumah Bunda.

“Support-nya selalu tidak putus-putus. Beliau mendukung ide-ide yang bisa saya wujudkan. Alhamdulillah, malam ini bisa tercapai,” ujarnya.

Naik Panggung Pakai Kebaya Sang Ibu

Ada cerita personal di balik momen Zulva menerima penghargaan tersebut.

S aat maju ke panggung, Zulva tampil elegan mengenakan busana bernuansa wastra Nusantara. Kebaya yang dikenakannya ternyata merupakan milik almarhumah ibunya dan diperkirakan telah berusia sekitar 50 tahun.

Sementara kain songket yang dikenakan merupakan pemberian ibu mertuanya.

Zulva sengaja memilih busana tersebut untuk membawa dua perempuan penting dalam perjalanan hidupnya ke malam penghargaan.

“Saya ingin mengangkat dua wanita hebat dalam sejarah hidup saya. Kalau mama saya bisa membesarkan saya, ibu mertua membesarkan suami saya,” katanya sembari tersenyum melihat Fadhil yang berdiri di sampingnya.

Bagi Zulva, sosok ibu memiliki peran besar dalam membentuk generasi. Mengenakan kebaya peninggalan sang ibu sekaligus menjadi cara untuk mengenang jasa dua perempuan yang memiliki tempat penting dalam kehidupannya.

Rumah Bunda Tampung 9.400 Pengaduan

Rumah Bunda kini telah berjalan hampir enam tahun. Program tersebut menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah Kabupaten Batang Hari.

Warga dapat menyampaikan berbagai persoalan, khususnya terkait keluarga. Selanjutnya, laporan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan untuk menindaklanjutinya.

“Kami sebagai pusat solusi, sebagai jembatan, penghubung. Bagaimana kami bisa menjadi mitra bagi OPD-OPD yang ada di Kabupaten Batang Hari,” kata Zulva.

Salah satu persoalan yang banyak disampaikan masyarakat berkaitan dengan administrasi kependudukan, seperti pembuatan KTP, Kartu Keluarga hingga Kartu Identitas Anak.

Warga dari desa yang jauh dari pusat pemerintahan terkadang harus datang ke Muara Bulian untuk mengurus dokumen kependudukan. Padahal, dokumen tersebut kerap dibutuhkan dalam waktu cepat.

Selain administrasi kependudukan, Rumah Bunda juga menerima pengaduan terkait persoalan ekonomi keluarga. Masyarakat yang memiliki produk usaha dapat difasilitasi agar produknya lebih dikenal dan memiliki akses pemasaran lebih luas.

Sejak memiliki dasar hukum melalui Peraturan Bupati Batang Hari Nomor 33 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Rumah Bunda, jumlah pengaduan yang masuk terus bertambah.

Zulva menyebut sekitar 9.400 pengaduan telah diterima Rumah Bunda.

“Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan laporan kurang lebih 9.400 pengaduan yang masuk ke Rumah Bunda. Semuanya tentu kami tampung dan kami proses,” katanya.

Ia menegaskan Rumah Bunda berupaya menjadi ruang yang aman bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan.

“Kami jamin Rumah Bunda aman, rahasia dan profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief mengatakan, Rumah Bunda berawal dari kebutuhan masyarakat terhadap saluran pengaduan yang mudah diakses.

Gagasan tersebut merupakan bagian dari janji kampanye Pilkada Batang Hari 2020.

“Bagaimana masyarakat Batang Hari itu akan mudah mengadukan masalah. Karena selama ini jalur yang sangat formal ternyata membatasi,” ujar Fadhil.

Menurut Fadhil, jalur informal juga memiliki keterbatasan. Karena itu, muncul gagasan menghadirkan jalur semi-formal yang tetap terhubung dengan sistem pemerintahan.

“Bagaimana istri saya membuat jalur semi-formal dengan menggunakan platform formal. Jadi terbentuklah Rumah Bunda ini,” katanya.

Kini, penghargaan Best Responsive Community Services menjadi apresiasi atas perjalanan Rumah Bunda sekaligus capaian Zulva Fadhil dalam mendorong pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Bagi Zulva, penghargaan tersebut menjadi penyemangat untuk terus menjalankan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Batang Hari.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.