Silat dan Pedang Pora Sambut Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo, Kental Nuansa Adat Melayu

oleh -15 Dilihat
oleh
Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo tiba Polda Jambi, Rabu (14/10/2026). Disambut sejumlah rangkaian adat, mulai dari jajar hormat, pedang pora, pertunjukan silat Melayu, hingga penyampaian kato bejawab dan penaburan beras kunyit.

SWARAJAMBI.NET, JAMBI – Tradisi adat Melayu mewarnai penyambutan Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo di Markas Polda Jambi, Rabu (14/10/2026).

Prosesi tersebut mengangkat kearifan lokal sebagai bagian dari penghormatan kepada pimpinan baru sekaligus menegaskan identitas budaya masyarakat Jambi.

Penyambutan berlangsung dengan sejumlah rangkaian adat, mulai dari jajar hormat, pedang pora, pertunjukan silat Melayu, hingga penyampaian kato bejawab dan penaburan beras kunyit.

Kegiatan itu dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Subandi, para pejabat utama Polda Jambi, para Kapolres dan Kapolresta jajaran, serta pengurus Bhayangkari Daerah Jambi.

Rangkaian kegiatan dimulai saat Kapolda Jambi beserta istri tiba di pintu masuk Mapolda Jambi dan menerima sambutan dari petugas adat Melayu.

Prosesi berlanjut dengan jajar hormat dan Lapsat, kemudian pedang pora sebagai bagian dari tradisi penyambutan di lingkungan kepolisian.

Saat memasuki lobi Mapolda, Kapolda juga menerima sambutan melalui pertunjukan silat Melayu Jambi.

Petugas Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi selanjutnya menyampaikan kato bejawab, yang menjadi bagian dari tata cara adat dalam prosesi tersebut.

Penaburan beras kunyit turut melengkapi rangkaian penyambutan.

Penggunaan unsur adat dalam kegiatan resmi ini menghadirkan identitas budaya lokal di lingkungan institusi kepolisian.

Tradisi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai Melayu Jambi di tengah kehidupan masyarakat modern.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan tradisi penyambutan itu tidak hanya berfungsi sebagai seremoni, tetapi juga mencerminkan penghormatan terhadap budaya daerah.

“Tradisi penyambutan dengan adat Melayu Jambi ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya daerah. Kearifan lokal menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan dalam pelaksanaan tugas,” ujar Erlan.

Menurutnya, nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya lokal dapat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat.

Namun, kedekatan tersebut juga membutuhkan tindak lanjut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Profesionalisme, kualitas pelayanan, respons terhadap pengaduan, serta kemampuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi aspek penting dalam membangun kepercayaan publik.

Erlan berharap kepemimpinan Kapolda Jambi yang baru dapat mendorong seluruh personel meningkatkan soliditas, menjaga profesionalisme, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.