Pemkot Jambi Salurkan 1,93 Juta Liter Air Bersih, 99 Permintaan Masih Antre

oleh -11 Dilihat
oleh
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha.

SWARAJAMBI.NET, JAMBI — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mencatat 435 permintaan atau kegiatan penyaluran air bersih selama periode Agustus hingga Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, 336 kegiatan telah selesai, sedangkan 99 lainnya masih dalam proses per 9 Oktober 2026.

Data pada laman pemantauan resmi Pemkot Jambi menunjukkan total distribusi air bersih telah mencapai 1.935.404 liter.

Pemkot bersama sejumlah pihak, terutama Perumda Air Minum Tirta Mayang, menyalurkan air untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Angka tersebut menunjukkan skala bantuan yang telah berjalan. Namun, 99 permintaan yang masih berproses juga menjadi perhatian, terutama terkait waktu penyelesaian dan kebutuhan warga yang belum menerima bantuan.

Pemkot Jambi terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait untuk menjangkau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama kemarau ekstrem.

Dari 435 permintaan atau kegiatan penyaluran yang tercatat, sekitar 77,2 persen telah selesai, sedangkan 22,8 persen masih dalam proses.

Persentase tersebut merupakan hasil perhitungan berdasarkan data yang tersedia per 9 Oktober 2026.

Penyaluran air bersih menjadi salah satu langkah pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika pasokan air mengalami kendala.

Salah satu kegiatan berlangsung pada 6 Oktober 2026. Saat itu, Pemkot Jambi menyalurkan sekitar 12.000 liter air bersih kepada warga Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru.

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha turut turun ke lapangan dalam kegiatan tersebut.

Meski jumlah air yang telah disalurkan mencapai lebih dari 1,9 juta liter, data yang tersedia belum merinci jumlah rumah tangga penerima, persebaran bantuan per kelurahan, maupun volume kebutuhan air yang belum terpenuhi.

Informasi tersebut penting untuk menilai apakah distribusi yang berjalan sudah menjangkau seluruh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Selain mengatasi kesulitan air bersih, Pemkot Jambi menyalurkan masker untuk membantu masyarakat menghadapi penurunan kualitas udara akibat kabut asap.

Hingga periode pelaporan Oktober 2026, sebanyak 3.765 kotak masker telah disalurkan dari total persediaan bantuan sebanyak 5.070 kotak.

Dengan demikian, jumlah yang telah tersalurkan setara dengan sekitar 74,3 persen dari total bantuan yang tercatat.

Penyaluran berlangsung dalam 72 kegiatan dengan melibatkan perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta organisasi kemasyarakatan.

Bantuan masker berasal dari beberapa sumber, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan forum tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Kolaborasi tersebut membantu memperluas jangkauan distribusi.

Meski demikian, data yang tersedia belum menjelaskan jumlah masker per kotak, jenis masker yang dibagikan, maupun jumlah warga yang telah menerima bantuan.

Pemkot Jambi juga menyiagakan pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang berpotensi muncul atau memburuk akibat paparan asap dan polusi udara.

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara memburuk.

Pemerintah mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas berat di luar ruangan saat udara tercemar dan menggunakan masker yang sesuai jika harus beraktivitas di luar.

Masyarakat juga perlu memperhatikan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung.

Warga yang mengalami sesak napas atau gejala berat perlu segera mencari pertolongan medis.

Selain itu, Pemkot Jambi mengambil langkah antisipatif melalui penyesuaian kegiatan pembelajaran sesuai kondisi kualitas udara yang terpantau.

Namun, data mengenai jumlah layanan kesehatan yang diberikan, perkembangan kasus penyakit selama periode tersebut, dan indikator kualitas udara belum tercantum secara terperinci dalam laporan bantuan yang disampaikan.

Dalam penanganan dampak kekeringan dan kabut asap, Pemkot Jambi juga menerima bantuan pangan dari forum CSR. Data yang tersedia mencatat bantuan tersebut sebanyak dua dus.

Informasi mengenai jenis bahan pangan, jumlah penerima, dan mekanisme penyalurannya belum dijelaskan lebih lanjut.

Pemkot Jambi terus mendorong kerja sama dengan perangkat daerah, Forkopimda, dunia usaha, dan organisasi masyarakat untuk membantu warga menghadapi dampak kondisi lingkungan.

Kerja sama tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan air bersih, distribusi masker, kesiapsiagaan layanan kesehatan, serta dukungan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Data pemantauan per 9 Oktober 2026 memperlihatkan bahwa pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah untuk merespons kekeringan dan kabut asap.

Penyaluran 1.935.404 liter air bersih dan 3.765 kotak masker menjadi bagian dari upaya tersebut.

Di sisi lain, masih adanya 99 permintaan atau kegiatan penyaluran air bersih yang dalam proses menunjukkan perlunya pembaruan informasi mengenai penyelesaian bantuan.

Kepastian waktu distribusi, lokasi yang masih membutuhkan pasokan, serta jumlah warga penerima akan membantu masyarakat memahami perkembangan penanganan secara lebih transparan.

Pemkot Jambi mengimbau warga menggunakan air secara bijak, menjaga kesehatan, mengurangi paparan udara tercemar ketika kualitas udara memburuk, dan segera mengakses fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.