GPM di Batang Hari Jual Beras hingga Sayuran di Bawah Harga Pasar, Ada Cek Kesehatan Gratis Juga

oleh -31 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Pemerintah Kabupaten Batang Hari menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Muara Bulian, Rabu (21/10/2026). Program ini menjadi upaya pemerintah membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus memperingati Hari Pangan Sedunia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Kabupaten Batang Hari, Suparjono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan pangan murah yang dilaksanakan secara serentak secara nasional.

“Kegiatan ini juga untuk memperingati Hari Pangan Sedunia, khususnya di Kabupaten Batang Hari,” katanya.

Berbagai kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir hingga aneka sayuran hasil pertanian lokal dan produk mitra pangan di Kabupaten Batang Hari.

Suparjono menjelaskan, komoditas yang dijual ditawarkan dengan harga di bawah harga pasar. Dengan begitu, masyarakat diharapkan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani tingginya harga bahan pangan.

“Produk yang kita sediakan merupakan komoditas pangan, di antaranya beras, sayur-mayur dan kebutuhan pokok lainnya. Harganya di bawah harga pasar sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat,” ujarnya.

Sejumlah komoditas disiapkan dengan jumlah dan harga yang telah ditentukan. Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tersedia sebanyak dua ton dengan harga Rp59.000 per kemasan lima kilogram.

Minyak goreng disediakan sebanyak 70 dus dengan harga Rp15.700 per liter. Sementara itu, gula pasir tersedia sebanyak 50 kilogram dengan harga Rp18.000 per kilogram.

Bagi masyarakat yang membutuhkan beras kualitas premium, panitia juga menyediakan stok sebanyak 500 kilogram dengan harga Rp67.000 per kemasan.

Tak hanya kebutuhan pokok, aneka sayuran juga meramaikan pasar murah tersebut. Cabai merah dijual Rp65.000 per kilogram dan cabai rawit Rp50.000 per kilogram.

Sementara itu, terong dijual Rp10.000 per kilogram. Timun dan pare masing-masing dibanderol Rp12.000 per kilogram. Berbagai jenis sayuran lain, termasuk sawi manis, turut tersedia.

Dukung Petani Lokal, Sediakan Cek Kesehatan Gratis

Menurut Suparjono, Gerakan Pangan Murah tidak hanya bertujuan menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Kegiatan ini juga menjadi sarana membantu pemasaran hasil pertanian masyarakat serta memperkuat kerja sama dengan mitra pangan lokal.

Dengan melibatkan petani dan pelaku usaha pangan, kegiatan tersebut diharapkan memberi manfaat bagi dua pihak sekaligus, yakni masyarakat sebagai konsumen dan produsen lokal sebagai pemasok komoditas.

Menariknya, GPM kali ini juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan tersebut merupakan hasil kerja sama Dinas Pangan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari.

“Pemeriksaan kesehatan gratis itu diharapkan dapat memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat yang hadir dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah,” jelasnya.

Pemkab Batang Hari berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau, sekaligus mendukung keberlangsungan usaha petani dan pelaku usaha pangan lokal.

Gerakan Pangan Murah juga menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah perubahan harga di pasaran.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.