Asap Makin Pekat, Bandara Sultan Thaha Terganggu, Mobilitas Jambi Tersendat

oleh -18 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NET, JAMBI –  Kabut asap kembali bikin repot penerbangan di Jambi. Jarak pandang yang terus merosot memaksa sejumlah pesawat yang terbang dari dan menuju Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami delay hingga penjadwalan ulang pada Rabu (7/10/2026).

Kondisi tersebut terjadi setelah jarak pandang di kawasan bandara turun drastis sepanjang pagi hingga siang. Situasi ini membuat sejumlah penerbangan dari Jakarta (CGK) harus menunggu kondisi membaik sebelum dapat mendarat di Jambi.

Department Head Branchcom Bandara Sultan Thaha, Bachren mengatakan, jarak pandang di bandara terus mengalami penurunan akibat kabut asap.

“Jarak pandang tercatat 1.500 meter pada pukul 06.00 WIB dan terus menurun hingga mencapai 800 meter pada pukul 12.00 WIB,” kata Bachren di Jambi, Rabu.

Berdasarkan data operasional bandara, hanya satu penerbangan keberangkatan yang berhasil mengudara pada pagi hari. Yakni Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta pada pukul 06.05 WIB.

Penerbangan tersebut dapat diberangkatkan ketika jarak pandang masih berada di angka 1.500 meter. Pesawat yang digunakan juga merupakan armada yang sebelumnya menginap di Bandara Sultan Thaha atau remain over night (RON).

Namun, kondisi berubah ketika kabut asap semakin pekat menyelimuti Kota Jambi.

Jarak pandang vertikal atau vertical visibility bahkan hanya tersisa sekitar 500 kaki karena langit tertutup asap. Akibatnya, sejumlah penerbangan mulai terdampak hingga pukul 12.00 WIB.

Untuk penerbangan kedatangan, Batik Air ID 6804 dari Jakarta (CGK) ditunda sembari menunggu jarak pandang kembali membaik.

Nasib serupa dialami Citilink QG 966 dari Jakarta yang juga mengalami penundaan akibat kabut asap.

Sementara Citilink QG 960 dari Jakarta mengalami penyesuaian jadwal atau retime menjadi pukul 13.10 WIB.

Gangguan juga terjadi pada penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta. Jadwal penerbangan disesuaikan menjadi sekitar 19.20 WIB dan 19.45 WIB berdasarkan data operasional yang disampaikan.

Kabut asap yang kembali mengganggu aktivitas penerbangan menjadi perhatian karena Bandara Sultan Thaha merupakan salah satu pintu utama mobilitas masyarakat dan aktivitas bisnis di Jambi.

Penundaan penerbangan dapat membuat perjalanan penumpang molor, termasuk agenda kerja, pertemuan bisnis, hingga perjalanan lanjutan. Jika kondisi berlangsung lama, dampaknya berpotensi merembet ke aktivitas ekonomi yang bergantung pada kelancaran konektivitas udara.

Namun, faktor keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. Penundaan maupun perubahan jadwal dilakukan untuk menyesuaikan kondisi operasional dengan jarak pandang yang tersedia.

Kabut asap akhirnya kembali menunjukkan dampaknya. Bukan hanya membuat langit Jambi kelabu, tetapi juga berpotensi menghambat mobilitas dan roda ekonomi jika terus bertahan.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.