603 Hektare Cetak Sawah Rakyat di Batang Hari Belum Optimal, Banjir dan Kekeringan Jadi Kendala

oleh -38 Dilihat
oleh
Hasil panen musim tanam pertama di Kabupaten Batang Hari dilaporkan mencapai lima hingga enam ton per hektare.

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 di Kabupaten Batang Hari belum berjalan optimal. Dari total lahan seluas 603 hektare, belum seluruhnya bisa ditanami akibat sejumlah kendala, mulai dari kondisi lahan hingga ancaman banjir dan kekeringan.

Kondisi tersebut membuat pemanfaatan lahan sawah baru belum maksimal. Sebagian lahan yang sempat ditanami bahkan mengalami kegagalan akibat banjir. Sementara itu, memasuki musim kemarau, keterbatasan air kembali menghambat proses penanaman di sejumlah lokasi.

Kepala Bidang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana, mengatakan kesiapan lahan masih menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program tersebut.

“Saat ini ada beberapa lahan yang sebelumnya telah ditanami mengalami kegagalan akibat banjir,” katanya, Kamis (15/10/2026).

Meski menghadapi berbagai kendala, program cetak sawah rakyat tetap berjalan. Sejumlah lahan sudah ditanami dan bahkan mulai memasuki masa panen.

Hasil panen musim tanam pertama pun menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Produktivitas padi di beberapa lokasi dilaporkan mencapai lima hingga enam ton per hektare.

“Alhamdulillah, hasil tanam pertama cukup bagus, ada yang mencapai lima sampai enam ton per hektare,” ujar Roma.

Sejumlah lokasi yang telah melakukan penanaman berada di Kecamatan Muara Bulian, termasuk Pasar Baru, serta beberapa wilayah di Kecamatan Pemayung dan Mersam. Khusus di Pasar Baru, tanaman padi bahkan sudah memasuki masa panen.

Capaian tersebut menjadi modal untuk mendorong pemanfaatan lahan secara lebih optimal. DTPHP Batang Hari kini mempersiapkan penanaman kedua agar lahan yang sudah produktif dapat kembali ditanami dan berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan daerah.

Dukungan bagi petani juga mulai disiapkan. Kelompok tani di lokasi program CSR 2025 telah memperoleh bantuan biaya pengolahan lahan untuk area seluas 39,82 hektare.

Selanjutnya, DTPHP Batang Hari akan mengusulkan bantuan benih padi. Bantuan tersebut diharapkan bisa mempercepat penanaman setelah pengolahan lahan selesai dan kondisi cuaca mendukung.

“Kami berharap ketika musim hujan tiba dan bantuan pengolahan lahan sudah tersedia, petani bisa langsung bekerja dan mempersiapkan penanaman,” jelasnya.

Optimalisasi program cetak sawah rakyat kini bergantung pada kesiapan lahan, dukungan sarana produksi, serta kondisi cuaca. Banjir yang merusak tanaman dan kekeringan yang membatasi pasokan air menjadi tantangan yang perlu diantisipasi agar lahan yang telah dibuka tidak terbengkalai.

DTPHP Batang Hari berharap bantuan pengolahan lahan dan benih, disertai kondisi cuaca yang lebih mendukung, dapat mempercepat pemanfaatan lahan cetak sawah rakyat. Dengan begitu, program tersebut diharapkan mampu memperluas areal tanam dan meningkatkan produksi padi di Kabupaten Batang Hari.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.