SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Kekeringan mulai memukul sektor pertanian di Kabupaten Batang Hari. Sebanyak 194 hektare lahan persawahan dilaporkan mengalami puso atau gagal panen akibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Ancaman belum berhenti. Dari total sekitar 1.200 hektare lahan pertanian yang terdampak kekeringan, sekitar 183 hektare lainnya masih mengalami kekeringan berat. Jika hujan tak kunjung turun dengan intensitas memadai, luas sawah yang gagal panen dikhawatirkan terus bertambah.
Kepala Bidang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana, mengatakan lahan sawah yang mengalami puso tersebar di tujuh kecamatan yang memiliki area pertanaman padi.
“Untuk lahan sawah yang mengalami puso itu tersebar di tujuh kecamatan yang memiliki area pertanaman padi,” katanya baru-baru ini.
Menurut Roma, kekeringan dipicu terbatasnya ketersediaan air untuk mengairi persawahan. Pasokan air dari Sungai Batanghari maupun sumur milik petani belum mampu memenuhi kebutuhan tanaman secara optimal.
Hujan yang sesekali turun juga belum cukup untuk memulihkan kondisi lahan. Akibatnya, sejumlah tanaman padi terus menghadapi tekanan akibat kekurangan air.
Tanaman Padi Muda Paling Rentan
Kondisi ini menjadi perhatian karena tanaman padi berusia nol hingga satu bulan, atau masih dalam fase vegetatif, merupakan kelompok yang paling rentan mengalami puso. Pada tahap tersebut, tanaman membutuhkan pasokan air yang cukup untuk menunjang pertumbuhan.
Sementara itu, tanaman yang telah memasuki fase generatif atau mulai berbuah masih berpeluang dipanen. Meski demikian, kekurangan air tetap berpotensi menekan hasil produksi.
Jika kekeringan berlangsung lebih lama, dampaknya bukan hanya pada bertambahnya luas lahan gagal panen. Produktivitas padi di Kabupaten Batang Hari juga terancam menurun.
Pompa Air Dioptimalkan, Petani Dibantu
Untuk menekan risiko kerugian yang lebih besar, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari mengoptimalkan pemanfaatan pompa air milik kelompok tani.
Dinas juga meminjamkan pompa air yang tersedia kepada petani yang membutuhkan. Langkah ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pada lahan persawahan yang masih berpeluang diselamatkan.
Pemerintah daerah berharap hujan segera turun dengan intensitas yang memadai agar kekeringan tidak semakin meluas. Upaya penyediaan air melalui pompa diharapkan dapat membantu petani mempertahankan tanaman yang belum mengalami puso.
“Apabila kondisi kering terus berlanjut, bukan hanya luas sawah puso yang berpotensi bertambah, tetapi juga produktivitas padi di Kabupaten Batang Hari terancam mengalami penurunan,” tutup Roma.(*)





