SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Riuh ribuan warga akhirnya pecah di tepian Danau Letang. Gelaran Festival Danau Letang 2026 sekaligus Lomba Pacu Perahu resmi ditutup, Minggu (27/9/2026).
Sejak pagi hingga petang, kawasan Danau Letang, Perumnas Kelurahan Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, dipadati warga yang menyaksikan sengitnya persaingan antartim.
Rangkaian perlombaan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 19.00 WIB. Puncak kemeriahan terjadi saat panitia mengumumkan para juara lomba pacu perahu.
Squad Datuk Panglimo asal Mendalo Laut, Kabupaten Muaro Jambi, tampil sebagai yang tercepat dan berhak menyandang gelar juara pertama.
Posisi kedua ditempati HDR Engkong dari Banyung Lincir, Sumatera Selatan. Sementara Pinang Merah Pemayung 2 dari Kabupaten Batang Hari mengamankan posisi ketiga.
Adapun posisi keempat diraih Squad Fathanlea dari Penyengat Olak, Kabupaten Muaro Jambi.
Penutupan festival dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari Mula P. Rambe, yang mewakili Bupati Batang Hari.
Dalam sambutannya, Mula P. Rambe menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat menyukseskan Festival Danau Letang 2026.
“Ribuan terima kasih atas kebersamaan ini yang membuat Festival Danau Letang berjalan gemilang. Ini bukan akhir, melainkan awal tradisi. Festival ini akan menjadi agenda rutin kita,” ujarnya.
Mula juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, khususnya para pemenang. Sementara bagi tim yang belum berhasil meraih juara, ia meminta agar tidak patah semangat.
“Jangan berkecil hati. Kita jumpa lagi tahun depan, berjuang bersama kembali,” katanya.
Sejumlah pejabat dan tokoh olahraga turut hadir dalam acara penutupan. Di antaranya Ketua KONI Batang Hari Tandri Saputra, Pengcab PODSI Batang Hari Mawardi Harahap, serta anggota DPRD Batang Hari H. Sudarto.
Kehadiran unsur pemerintah dan olahraga tersebut menunjukkan dukungan terhadap kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya mengembangkan potensi wisata dan budaya daerah.
Festival Danau Letang juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM. Berbagai stan produk lokal ikut meramaikan kawasan festival, sekaligus menjadi sarana promosi produk unggulan masyarakat Batang Hari.
Bagi Pemkab Batang Hari, Festival Danau Letang bukan sekadar perlombaan pacu perahu. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat, menjaga tradisi, sekaligus mengenalkan potensi wisata dan ekonomi kreatif daerah.
Ke depan, pemerintah berharap festival tersebut dapat terus berkembang dan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
Dengan berakhirnya lomba tahun ini, Danau Letang tak hanya meninggalkan cerita tentang siapa yang menjadi juara. Festival tersebut juga membuka harapan agar tradisi dan potensi wisata yang ada terus dirawat dan dikembangkan menjadi agenda tahunan Batang Hari.(*)






