Perpustakaan Desa Batang Hari Terus Diperluas, Koleksi Buku Masih Jadi Kendala

oleh -5 Dilihat
oleh
ILUSTRASI: Baca buku di pustaka.

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Pemerataan perpustakaan hingga pelosok desa terus dikebut Pemerintah Kabupaten Batang Hari. Namun, upaya mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat masih menghadapi satu persoalan klasik: koleksi buku yang terbatas.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Batang Hari terus mendorong pembentukan serta penguatan perpustakaan di tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus mendongkrak minat baca.

Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Batang Hari Sanusi mengatakan, saat ini sudah terdapat 59 desa dan kelurahan yang memiliki perpustakaan aktif.

Keberadaan perpustakaan tersebut tersebar di delapan kecamatan. Artinya, pengembangan perpustakaan desa dan kelurahan sudah mulai menjangkau hampir seluruh wilayah Kabupaten Batang Hari.

“Saat ini ada sebanyak 59 desa dan kelurahan yang sudah aktif. Ini tersebar di delapan kecamatan dan hampir semua kecamatan ada perpustakaan,” ujar Sanusi, Selasa (22/9/2026).

Meski jumlahnya terus bertambah, belum seluruh desa dan kelurahan memiliki perpustakaan. Pemkab Batang Hari menargetkan pemerataan fasilitas tersebut dilakukan secara bertahap hingga seluruh desa dan kelurahan memiliki akses perpustakaan.

Namun, persoalan tidak berhenti pada penyediaan ruang atau gedung perpustakaan. Ketersediaan bahan bacaan juga menjadi pekerjaan rumah.

Sanusi menyebut, keterbatasan koleksi buku, terutama buku cetak, masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangan perpustakaan desa dan kelurahan.

Pihaknya saat ini masih menunggu bantuan buku dari sejumlah sumber. Salah satunya bantuan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang hingga kini belum seluruhnya tersalurkan.

“Kalau kendalanya paling buku. Bantuan buku cetak dari Perpusnas masih ada yang belum tersalurkan,” jelasnya.

Keterbatasan koleksi tersebut menjadi tantangan tersendiri. Sebab, keberadaan perpustakaan di tengah masyarakat akan sulit optimal apabila tidak diimbangi dengan bahan bacaan yang beragam dan sesuai kebutuhan warga.

Karena itu, penambahan koleksi menjadi salah satu hal yang terus didorong. Semakin beragam bahan bacaan yang tersedia, semakin besar pula peluang perpustakaan dimanfaatkan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Dinas Perpustakaan Kabupaten Batang Hari berharap dukungan penambahan buku dapat segera terealisasi. Dengan begitu, perpustakaan desa dan kelurahan tidak sekadar berdiri sebagai fasilitas pelengkap, tetapi benar-benar menjadi ruang belajar dan pusat informasi bagi masyarakat.

Target akhirnya jelas. Akses bacaan semakin merata, perpustakaan semakin aktif, dan budaya membaca masyarakat Batang Hari ikut tumbuh dari desa dan kelurahan.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.