Menteri Ekraf Bakal Sambangi Bungo, Pemkab Ubah Nama Dinas Demi “Nyantol” Anggaran Pusat

oleh -47 Dilihat
oleh
Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya dijadwalkan menyambangi Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun pada pertengahan Oktober mendatang.

SWARAJAMBI.NET, BUNGO – Kabar kedatangan menteri kabinet ke Kabupaten Bungo mulai mencuat. Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya dijadwalkan menyambangi Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun pada pertengahan Oktober mendatang.

Kunjungan tersebut tak sekadar menjadi agenda seremonial. Pemkab Bungo berharap kehadiran orang nomor satu di Kementerian Ekonomi Kreatif itu bisa membuka jalan lebih lebar bagi masuknya program dan anggaran pemerintah pusat ke daerah.

Bupati Bungo, Dedy Putra menyebut Teuku Riefky dijadwalkan tiba di Bungo pada 18 Oktober. Sehari berselang, tepatnya 19 Oktober, sang menteri diagendakan menghadiri Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bungo dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Bungo ke-61.

“Insyaallah Menteri Ekonomi Kreatif hadir pada 18 Oktober. Kemudian tanggal 19 Oktober kita undang untuk menghadiri Sidang Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka HUT Kabupaten Bungo ke-61,” ujar Dedy.

Kedatangan menteri tersebut merupakan buah dari komunikasi intensif antara Pemkab Bungo dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Pemerintah daerah kini tengah berupaya memperkuat posisi sektor ekonomi kreatif agar lebih mudah terkoneksi dengan program pemerintah pusat.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan penyesuaian nomenklatur perangkat daerah. Pemkab Bungo mengusulkan perubahan nama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata menjadi Dinas Ekonomi Kreatif, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga.

Perubahan nomenklatur itu dinilai penting sebagai payung hukum sekaligus bentuk penyelarasan antara organisasi perangkat daerah dengan kementerian yang membidangi ekonomi kreatif.

Bahkan, Dedy secara terbuka menyebut perubahan tersebut berkaitan erat dengan upaya Pemkab Bungo agar lebih mudah mengakses dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Perubahan RAPBD ini cuma perubahan nama dinas saja, supaya nyantol ke Kementerian Ekonomi Kreatif sehingga kita mudah mendapat anggaran,” kata Dedy saat memberikan penjelasan di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bungo kemarin.

Menurut dia, penyesuaian nomenklatur tersebut juga telah mendapat arahan dari kementerian terkait. Karena itu, Pemkab Bungo optimistis langkah tersebut dapat memperkuat sinergi pusat dan daerah.

Dedy berharap konektivitas dengan Kementerian Ekonomi Kreatif tidak berhenti pada perubahan nama organisasi. Lebih jauh, pemerintah daerah ingin sektor ekonomi kreatif di Bungo berkembang dan mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

“Dengan penyesuaian ini, kita berharap program-program ekonomi kreatif dari pemerintah pusat bisa lebih mudah masuk dan dikembangkan di Kabupaten Bungo,” pungkasnya.(*)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.