Kemarau Mencekik, Perumda Tirta Batang Hari Tambah Jam Aliran Jadi 24 Jam

oleh -4 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Kemarau panjang mulai menggerus ketersediaan air baku di Kabupaten Batang Hari. Debit Sungai Batang Hari terus menyusut. Dampaknya, kapasitas produksi air bersih Perumda Tirta Batang Hari ikut turun.

Untuk menjaga kebutuhan pelanggan, Perumda mengambil langkah tak biasa. Durasi pengaliran air ditambah. Dari sebelumnya sekitar 16 jam menjadi 24 jam.

Direktur Utama Perumda Tirta Batang Hari Abubakar Sidik mengatakan, penurunan debit sungai membuat pasokan air baku yang bisa diolah semakin terbatas.

“Debit Sungai Batang Hari membuat kapasitas pengolahan air bersih Perumda Tirta Batang Hari ikut terdampak,” ujarnya, Jumat (18/9/2026).

Kondisi tersebut membuat suplai air bersih kepada pelanggan turun sekitar 20 persen. Jika dalam kondisi normal penyaluran bisa mencapai sekitar 150 liter per detik, kini hanya sekitar 110 liter per detik.

Meski volume air berkurang, Perumda berupaya menjaga pelayanan dengan memperpanjang waktu distribusi.

“Kalau sebelumnya pengaliran sekitar 16 jam, sekarang kita upayakan menjadi 24 jam,” kata Abubakar.

Menurutnya, strategi tersebut dilakukan agar pelanggan tetap memperoleh pasokan air meski kemampuan pengolahan air baku sedang menurun.

Namun, Abu bakar meminta masyarakat ikut menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Pelanggan diminta menghemat penggunaan air di rumah dan menggunakan air sesuai kebutuhan.

“Mohon kepada seluruh pelanggan untuk lebih berhemat dalam penggunaan air di rumah, karena kondisi kemarau ini sangat berpengaruh terhadap ketersediaan bahan baku air bersih,” pungkasnya.

Kondisi kekeringan memang mulai berdampak pada sejumlah sektor di Batang Hari. Sebelumnya, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan mencatat sekitar 1.106 hektare sawah terdampak kekeringan hingga akhir Agustus 2026, dengan 23,25 hektare di antaranya mengalami puso.

Kemarau juga membuat debit Sungai Batang Hari menjadi perhatian karena sungai tersebut menjadi sumber air baku bagi sejumlah daerah di Provinsi Jambi. (*)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.