FONI Jambi Kepincut Hafiz, Ingin Prestasi Orienteering Melesat

oleh -33 Dilihat
oleh
Pengurus Provinsi FONI Jambi saat melakukan audiensi dengan M Hafiz Fattah di ruang Ketua DPRD Provinsi Jambi baru-baru ini.

SWARAJAMBI.NET, JAMBI – Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Jambi mulai menyiapkan langkah untuk memperkuat organisasi sekaligus mendongkrak prestasi atlet di tingkat nasional. Salah satu nama yang dibidik untuk memimpin FONI Jambi adalah Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah.

Keinginan tersebut disampaikan Pengurus Provinsi FONI Jambi saat melakukan audiensi dengan M Hafiz Fattah di ruang Ketua DPRD Provinsi Jambi baru-baru ini. Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah anggota dewan.

Rombongan FONI Jambi dipimpin langsung Robert Antonio. Dalam pertemuan tersebut, Robert memaparkan maksud kedatangan mereka, termasuk harapan agar Hafiz Fattah bersedia memimpin FONI Jambi ke depan.

“Kami menginginkan FONI dipimpin M Hafiz Fattah ke depannya,” ujar Robert.

Menurut dia, Hafiz dinilai sebagai figur yang tepat untuk membawa FONI Jambi berkembang lebih jauh. Bahkan, jajaran pengurus FONI Jambi telah sepakat mengusulkan Ketua DPRD Provinsi Jambi tersebut sebagai calon ketua umum.

“Kepengurusan FONI yang lama telah berakhir. Namun, FONI harus tetap eksis. Olahraga orienteering ini bisa mengumpulkan massa, baik anak muda maupun orang tua. Karena itu, jabatan ketua FONI layak dipegang Ketua DPRD Jambi. Dengan demikian, prestasi orienteering di Jambi bisa lebih meningkat lagi,” terangnya.

Robert menjelaskan, orienteering memiliki keunggulan karena tidak membutuhkan tempat khusus. Perlombaan dapat digelar di berbagai lokasi, mulai dari kawasan mal, sekolah hingga fasilitas umum.

“Orienteering merupakan olahraga outdoor atau alam bebas. Namun, olahraga ini memerlukan keahlian navigasi karena menggunakan peta dan kompas untuk menuju suatu titik atau lokasi dalam waktu sesingkat mungkin,” jelasnya.

Olahraga tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan dunia militer. Dalam latihan militer, konsep orienteering dapat dikembangkan menjadi navigasi darat atau _land navigation_.

Personel dilatih menentukan posisi, membaca koordinat, menggunakan azimut dan jarak, hingga mencapai titik-titik tertentu di medan.

“Olahraga orienteering menekankan kompetisi dan waktu. Sementara navigasi militer merupakan bagian dari kemampuan operasional yang lebih luas dan biasanya melibatkan prosedur, komunikasi, disiplin, serta tugas khusus,” katanya.

Robert menambahkan, orienteering pada awalnya banyak digunakan dalam pelatihan militer. Seiring waktu, olahraga yang memadukan kekuatan fisik dan kemampuan berpikir untuk menentukan jalur terbaik itu berkembang menjadi olahraga masyarakat.

Minat masyarakat terhadap orienteering pun terus meningkat, terutama di kalangan penggemar aktivitas alam bebas. Hal tersebut terlihat dari semakin banyaknya perlombaan orienteering yang digelar di berbagai daerah di Indonesia.

“Orienteering masih bagian dari Kormi, bukan KONI. FONI Jambi sendiri sudah berprestasi di tingkat nasional, dengan merebut medali perunggu dan perak di Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas). Medali perunggu diperoleh di Fornas VII 2023 di Jawa Barat. Sedangkan medali perak diraih di Fornas VIII di NTB,” ungkap Robert.

Gembel, sapaan akrab Robert Antonio, menambahkan FONI terbentuk pada 19 Juni 2020. Sejak itu, organisasi tersebut terus melakukan sosialisasi hingga ke kabupaten dan kota.

“Kita sudah sosialisasikan juga ke teman-teman yang ada di kabupaten/kota. FONI Jambi akan menjadi wadah bagi penggiat alam bebas,” tandasnya.

Hafiz Tak Menolak, Siap Carikan Figur

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jambi M Hafiz Fattah menyambut baik keinginan pengurus FONI Jambi yang mendorong dirinya menjadi ketua FONI Jambi.

Meski demikian, Hafiz mengaku memiliki kekhawatiran tidak mampu menjalankan roda organisasi secara maksimal lantaran kesibukannya sebagai Ketua DPRD.

“Menjadi ketua cabang olahraga itu harus punya waktu dan selalu bersinergi dengan pengurusnya. Sementara, dengan posisi saya saat ini sangat sibuk,” katanya.

Hafiz belum memberikan jawaban apakah menerima atau menolak permintaan tersebut. Namun, dia memastikan siap membantu FONI Jambi mencari sosok yang tepat untuk memimpin organisasi tersebut.

“Tapi, saya tidak menolak dan mengiyakan. Saya akan membantu dengan mencarikan orang yang tepat memimpin FONI Jambi,” ujarnya.

Hafiz berharap FONI Jambi ke depan mampu meningkatkan prestasi sekaligus memperluas perkembangan olahraga orienteering di daerah.

“Saya akan mencarikan orang yang tepat. Tapi, bila pengurus FONI Jambi ada figur yang lain, bisa saya bantu menghubungi yang bersangkutan,” katanya.

Audiensi tersebut ditutup dengan apresiasi dari FONI Jambi atas sambutan yang diberikan Ketua DPRD Provinsi Jambi.

Robert kembali menegaskan, kedatangan FONI bukan sekadar untuk bersilaturahmi. Mereka memang mengharapkan Havis Fattah jadi ketua FONI Jambi.(*)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.