Pawai Pembangunan HUT ke-81 RI di Bungo: Pesta Kreativitas Anak Bangsa dan Penggerak Ekonomi Rakyat

oleh -51 Dilihat
oleh

BUNGO‎‎ – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 di Kabupaten Bungo dipastikan menjadi panggung besar bagi kemajuan daerah. Tingginya partisipasi masyarakat dalam Pawai Pembangunan tahun ini tidak hanya menghadirkan hiburan visual, tetapi juga membawa dampak positif yang nyata bagi perekonomian lokal dan perkembangan generasi muda.

‎‎Lonjakan jumlah peserta dan lautan penonton yang akan memadati rute pawai akan menjadi berkah tersendiri bagi ratusan Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima di Kabupaten Bungo. Pedagang kuliner, kriya, hingga persewaan kostum adat akan mencatatkan peningkatan omzet yang signifikan. Momentum tahunan ini diyakini efektif memutar roda ekonomi masyarakat secara langsung.

‎‎Pawai Pembangunan turut menjadi ruang edukasi budaya yang hidup. Ribuan pelajar dari berbagai tingkatan sekolah tampil memukau menunjukkan kebolehan mereka, mulai dari aksi energik atraksi marching band dan drumband, hingga ragam budaya Nusantara. Acara ini menjadi wadah positif bagi anak-anak untuk menyalurkan minat, bakat, serta mengasah rasa percaya diri di hadapan publik.

‎‎Ketua Panitia Pawai Pembangunan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo, Ir. Hj. Anna Lukita, mengapresiasi meluapnya semangat masyarakat tahun ini.

‎‎”Antusiasme peserta pawai tahun ini sungguh luar biasa. Terdata ada 280 pleton dari wilayah kecamatan dan 70 pleton dari luar kecamatan yang ikut berpartisipasi,” ujar Hj. Anna Lukita, saat ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu (12/8/2026)

‎‎Demi memastikan acara berjalan lancar, aman, dan dapat selesai tepat waktu, pihak panitia telah menyiapkan skema pelaksanaan yang lebih tertib dan terstruktur.

‎‎”Kami mengimbau seluruh peserta untuk tetap menjaga kesehatan dan tertib di sepanjang rute. Untuk atraksi di panggung utama, peserta kami beri alokasi waktu maksimal 3 menit agar durasi tetap terjaga. Selain itu, tahun ini peserta dari dinas atau OPD ditiadakan; sebagai gantinya, tiap OPD diterjunkan langsung mendampingi peserta dari kecamatan-kecamatan guna membantu mengatur kelancaran pawai,” pungkasnya.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.