Kabut Asap Kepung Jambi, Dua Pesawat Gagal Mendarat! Dialihkan ke Batam dan Palembang

oleh -14 Dilihat
oleh
ILUSTRASI: Kabut asap mengganggu penerbangan di Jambi.

SWARAJAMBI.NET, JAMBI – Kabut asap mulai mengusik aktivitas penerbangan di Provinsi Jambi. Jarak pandang (visibility) yang terbatas membuat dua pesawat yang dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi, Minggu (23/8/2026), terpaksa dialihkan ke bandara alternatif.

Tak hanya dua penerbangan yang mengalami divert, dua penerbangan dari Bandara Sultan Thaha menuju sejumlah destinasi juga mengalami keterlambatan.

Branch Comm, CSR & Legal Bandara Sultan Thaha, Syaiful Bachren, mengatakan pengalihan pendaratan dilakukan dengan pertimbangan utama keselamatan penerbangan.

“Pengalihan pendaratan ini dilakukan mengingat aspek keselamatan, baik penumpang maupun kru pesawat adalah yang utama,” ujar Syaiful dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).

Dua penerbangan yang terdampak merupakan pesawat dari Jakarta menuju Jambi.

Penerbangan pertama yakni Batik Air ID 6804 dengan rute Jakarta (CGK)-Jambi (DJB). Pesawat Airbus A320 dengan registrasi PK-LAT tersebut memiliki jadwal kedatangan (STA) pukul 10.00 WIB dan perkiraan waktu tiba (ETA) pukul 10.40 WIB.

Namun, kondisi jarak pandang yang tidak memungkinkan membuat pesawat tersebut batal mendarat di Bandara Sultan Thaha. Pesawat kemudian dialihkan ke Bandara Hang Nadim, Batam.

Penerbangan kedua yakni Super Air Jet IU 842 dengan rute yang sama, Jakarta-Jambi.

Pesawat Airbus A320 registrasi PK-STZ itu memiliki jadwal kedatangan pukul 11.25 WIB dan perkiraan tiba pukul 11.31 WIB.

Pesawat tersebut juga tidak dapat mendarat di Jambi dan akhirnya dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang.

Syaiful menjelaskan, kondisi visibility merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keselamatan operasional penerbangan.

Ketika jarak pandang terbatas akibat kabut asap, operasional penerbangan dapat mengalami penyesuaian. Salah satunya dengan mengalihkan pendaratan ke bandara alternatif.

Pihak Bandara Sultan Thaha telah melakukan koordinasi dengan maskapai dan sejumlah instansi terkait untuk menangani dampak kondisi tersebut, termasuk terhadap penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan.

Manajemen Bandara Sultan Thaha juga mengingatkan calon penumpang untuk tidak mengabaikan perkembangan informasi penerbangan sebelum berangkat ke bandara.

Penumpang diminta berkoordinasi langsung dengan maskapai masing-masing untuk memastikan jadwal penerbangan terbaru.

Pasalnya, kondisi jarak pandang akibat kabut asap dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi kembali memengaruhi aktivitas penerbangan.

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha memastikan koordinasi bersama seluruh stakeholder bandara terus dilakukan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pelayanan kepada pengguna jasa sekaligus memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.

Kabut asap yang mulai mengganggu penerbangan ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat yang hendak bepergian dari maupun menuju Jambi.

Pesan untuk calon penumpang: jangan hanya berpatokan pada jadwal lama. Cek informasi terbaru dari maskapai sebelum menuju bandara.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.