Dari Posko TMMD, Nasionalisme Digelorakan: Beda Pilihan, Tetap Satu Indonesia

oleh -56 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NET, BUNGO – Nasionalisme tak cukup hanya dihafalkan. Nilai-nilai kebangsaan harus hidup dalam keseharian. Pesan itulah yang digaungkan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0416/Bute saat menggelar penyuluhan wawasan kebangsaan di Posko TMMD Ke-129, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Muko Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan nonfisik tersebut menyasar pegawai Kecamatan Muko Muko Bathin VII, siswa SLTA, serta masyarakat. Mereka diajak kembali menguatkan semangat persatuan, memahami nilai-nilai Pancasila, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air di tengah beragam tantangan kehidupan bermasyarakat.

Penyuluhan disampaikan Pasiter Kodim 0416/Bute Kapten Inf Feri Erza Putra. Di hadapan peserta, dia menekankan bahwa wawasan kebangsaan bukan sekadar materi yang disampaikan di ruang penyuluhan. Lebih dari itu, wawasan kebangsaan harus menjadi sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Wawasan kebangsaan menjadi landasan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk bersama-sama menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujar Kapten Inf Feri Erza Putra.

Dia juga mengajak peserta menerapkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing. Baik di tempat kerja, sekolah, maupun di tengah masyarakat. Menurutnya, menjaga keutuhan bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat dan pemerintah, tetapi merupakan tugas seluruh elemen masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para pegawai, pelajar, dan masyarakat mengikuti materi yang diberikan dengan serius. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengingatkan kembali pentingnya menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.

Melalui kegiatan nonfisik TMMD ini, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0416/Bute tidak hanya membangun dari sisi fisik. Lebih jauh, pembangunan juga diarahkan pada penguatan karakter dan semangat kebangsaan masyarakat.

Dari Desa Tanjung Agung, pesan itu kembali ditegaskan: Indonesia kuat bukan karena tanpa perbedaan, melainkan karena mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan. Dari desa, semangat cinta tanah air terus dinyalakan.(*)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.