Bukan Sekadar Kibarkan Merah Putih, Maulana Gaspol Benahi Banjir hingga Kejar Ekonomi 6 Persen

oleh -27 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NETJAMBI – Merah Putih berkibar di langit Kota Jambi. Namun, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak berhenti pada seremoni pengibaran bendera.

Di balik khidmatnya upacara, Wali Kota Jambi Maulana, menegaskan pekerjaan rumah besar yang harus dituntaskan: banjir, sampah, hingga menjaga laju pertumbuhan ekonomi.

Upacara peringatan kemerdekaan digelar di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Senin (17/8/2026). Maulana bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan, ASN, veteran, organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah tamu undangan.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly mendapat tugas membacakan Naskah Proklamasi.

Prosesi pengibaran bendera diawali penjemputan Duplikat Bendera Pusaka dari Griya Mayang, rumah dinas Wali Kota Jambi. Bendera kemudian dibawa menuju lapangan upacara dengan pengawalan TNI dan Polri.

Petugas pembawa baki dipercayakan kepada Lufita Khairi Lestari, siswi SMAN 8 Kota Jambi, didampingi Aqila Zahira dari SMA Negeri 2 Kota Jambi. Sementara pengibaran bendera dilakukan Polin Manalu dari SMA Negeri 5 Kota Jambi, Torik Ramadhan dari SMA Negeri 13 Kota Jambi, dan M. Dafa Rino Aji dari MAN 2.

Di tengah suasana khidmat tersebut, Maulana menyampaikan pesan yang jauh lebih konkret. Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat.

Salah satu fokus utama adalah persoalan banjir.

Pemkot Jambi tengah membangun kolam retensi yang diarahkan untuk mengurangi persoalan banjir pada sistem Sungai Asam. Infrastruktur tersebut ditargetkan mampu membantu mengatasi sekitar 60 persen persoalan banjir pada sistem tersebut.

Tak sekadar menjadi tempat menampung air, kawasan kolam retensi juga diproyeksikan memiliki fungsi lain. Pemerintah menyiapkan kawasan itu sebagai ruang publik yang dilengkapi jogging track sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer, fasilitas pendukung, serta penerangan.

“Nanti di sekelilingnya kita siapkan jogging track sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer, dilengkapi berbagai fasilitas pendukung,” kata Maulana.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi menggabungkan fungsi infrastruktur pengendali banjir dengan ruang sosial masyarakat. Bahkan, kawasan itu diharapkan dapat membuka peluang aktivitas ekonomi baru.

Maulana berharap penanganan Sistem Sungai Asam mulai menunjukkan hasil pada musim banjir tahun depan.

Namun, pekerjaan belum selesai. Sebab, Kota Jambi memiliki dua sistem lainnya yang juga harus dibenahi, yakni Sistem Kenali dan Sistem Kambang.

Lahan untuk pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di kedua sistem tersebut disebut telah dipersiapkan. Penyelesaian tiga sistem itu dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko banjir secara bertahap.

“Kalau tiga sistem ini bisa kita selesaikan, insyaallah persoalan banjir dapat kita tanggulangi secara bertahap,” ujarnya.

Kejar Ekonomi 6 Persen

Bagi Maulana, pembangunan tidak hanya soal infrastruktur. Kebersihan dan keamanan kota juga memiliki kaitan langsung dengan geliat ekonomi.

Pemkot Jambi memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Karena itu, masyarakat diajak ikut menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan.

“Kita harus terus menjaga kebersihan, menjaga keamanan. Dengan kebersihan dan keamanan yang baik, insyaallah pertumbuhan ekonomi kita dapat sesuai target, yaitu mencapai 6 persen,” katanya.

Semangat tersebut juga diterapkan dalam rencana pengembangan kawasan kolam retensi. Selain berfungsi mengendalikan banjir, ruang publik yang dibangun di sekitarnya diharapkan menjadi wadah aktivitas masyarakat sekaligus mendorong kegiatan ekonomi dan konsep ekonomi sirkular.

Di sektor lingkungan, Pemkot Jambi juga terus memperluas program Optimalisasi Pengelolaan Bank Sampah dan Masyarakat (OPBM).

Saat ini, sekitar 997 OPBM telah berjalan di Kota Jambi.

“Kita ingin kebersihan bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat,” ujar Maulana.

Maulana menegaskan, semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti di lapangan upacara. Peringatan HUT RI harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja bersama dalam membangun kota.

Mulai kebersihan, keamanan, pelayanan publik, hingga pembangunan infrastruktur, seluruhnya membutuhkan kolaborasi pemerintah dan masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan pembangunan. Mari bersama-sama menjaga Kota Jambi agar tetap bersih, aman, nyaman dan ekonominya terus tumbuh,” tegasnya.

Usai upacara, Pemkot Jambi menyerahkan sejumlah penghargaan kepada pihak-pihak yang berprestasi. Di antaranya pemenang Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Kota Jambi, fasilitator tercepat Program Kampung Bahagia Periode I Tahun 2026, serta anggota Polri yang berhasil mengungkap kasus benih bening lobster (BBL).

Apresiasi juga diberikan kepada jajaran Paskibraka Kota Jambi yang sukses menjalankan tugas pengibaran bendera.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Jambi berjalan dengan baik. Adik-adik Paskibraka juga telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik,” ujar Maulana.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Jambi pun tak sekadar menjadi agenda tahunan. Di balik kibaran Merah Putih, pemerintah daerah membawa sejumlah target pembangunan: mengurangi banjir, menjaga kebersihan dan keamanan, memperluas ruang publik, hingga mengejar pertumbuhan ekonomi 6 persen.

Kemerdekaan, bagi Maulana, harus terasa dalam kehidupan sehari-hari warga.(*)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.