SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Kobaran api menghanguskan bangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Miftahul Hidayah di Desa Lopak Aur RT 05, Kecamatan Pemayung, Batang Hari, Senin (10/8/2026). Bangunan madrasah nyaris tak tersisa setelah api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan.
Kabid Sarana dan Prasarana (Sapras) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Batang Hari, M. Jasmin, membenarkan peristiwa tersebut.
“Memang benar. Sekitar pukul 10.45 WIB, Mako Damkarmat Kabupaten Batanghari menerima laporan adanya kebakaran bangunan madrasah melalui telepon seluler,” ujar Jasmin.
Mendapat laporan tersebut, Regu Charlie (C) yang beranggotakan sembilan personel langsung bergerak menuju lokasi. Tim Damkarmat harus menempuh jarak sekitar 42 kilometer dari Mako Damkarmat Batanghari menuju Desa Lopak Aur.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.23 WIB. Jarak yang cukup jauh membuat petugas membutuhkan waktu untuk mencapai titik kebakaran. Saat tim tiba, api sudah lebih dulu membesar dan menghanguskan bangunan madrasah.
“Setiba di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman. Namun karena jarak lokasi cukup jauh, sebelum kami tiba api sudah menghabisi bangunan madrasah,” jelas Jasmin.
Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan mobil pemadam jenis Freedom. Upaya pemadaman juga mendapat bantuan dari armada Damkarmat Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi.
Petugas berjibaku memadamkan kobaran api. Sekitar 30 menit setelah penanganan dilakukan, api akhirnya berhasil dijinakkan dan dipastikan tidak lagi membahayakan bangunan maupun lingkungan sekitar.
Jasmin menyebut, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik yang terjadi di rumah penjaga madrasah. Api kemudian merembet hingga ke bangunan MDTA Miftahul Hidayah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materi akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Kerugian ditaksir lebih kurang Rp500 juta,” tegas Jasmin.
Atas kejadian tersebut, Jasmin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik, terutama di kawasan permukiman yang padat.
Ia meminta masyarakat rutin memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik di rumah. Selain itu, sambungan atau peralatan listrik yang tidak digunakan sebaiknya segera dimatikan atau dicabut untuk mencegah terjadinya korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.
“Selalu hati-hati dalam menggunakan listrik. Cek kondisi kabel secara berkala. Jika jalur listrik atau peralatan tidak digunakan, sebaiknya dimatikan atau dicabut,” pungkasnya.(*)





