Kekerasan Anak dan Perempuan di Batanghari Tembus 51 Kasus, Batin XXIV Tertinggi

oleh -19 Dilihat
oleh
Kepala UPTD PPA Kabupaten Batang Hari Neneng Eva Anggraeni.

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Batanghari kembali menunjukkan tren mengkhawatirkan. Hingga Juli 2026, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Batanghari telah menangani 51 kasus, dengan mayoritas korbannya merupakan anak-anak.

Kepala UPTD PPA Kabupaten Batanghari, Neneng Eva Anggraeni, mengatakan dari total 51 kasus tersebut, sebanyak 39 kasus melibatkan anak. Sedangkan 12 kasus lainnya merupakan kekerasan terhadap perempuan.

“Selama enam bulan terakhir, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan mengalami kenaikan,” ujarnya , Senin (6/7/2026).

Neneng mengungkapkan, Kecamatan Batin XXIV menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi. Bentuk kekerasan yang paling banyak ditangani meliputi kekerasan seksual, kekerasan fisik, perundungan (bullying), hingga kasus yang berkaitan dengan geng motor.

Menurutnya, tingginya angka kekerasan tidak terlepas dari lemahnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas dan pergaulan anak di luar rumah.

“Keluarga seharusnya menjadi benteng utama dalam melindungi anak. Namun, dari sejumlah kasus yang kami tangani, banyak orang tua mengaku tidak mengetahui aktivitas maupun lingkungan pergaulan anak mereka,” katanya.

Karena itu, UPTD PPA mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi anak, mengenal teman-teman mereka, memantau aktivitas sehari-hari, serta membatasi anak berada di luar rumah hingga larut malam.

Ia menegaskan, pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Peran keluarga, sekolah, masyarakat, hingga lingkungan sekitar menjadi faktor penting untuk menekan angka kekerasan yang terus meningkat di Kabupaten Batanghari.

UPTD PPA berharap sinergi semua pihak dapat memperkuat perlindungan terhadap anak dan perempuan sehingga kasus serupa dapat ditekan dan tidak terus bertambah pada semester berikutnya.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.