HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Batang Hari Tegaskan Polri Harus Makin Dekat dengan Rakyat

oleh -11 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Semangat pengabdian kepada masyarakat mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Alun-Alun Kota Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Rabu (1/7/2026). Upacara yang diikuti hampir seribu peserta itu berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, dan berbagai elemen pemerintahan.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres Batang Hari AKBP Arya Tesa Brahmana membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penguatan profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Hadir dalam upacara tersebut Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief, Ketua DPRD Batang Hari, Kepala Kejaksaan Negeri Batang Hari, Dandim 0415/Jambi yang diwakili Danramil Muara Tembesi, dan undangan lainnya.

Dalam amanat Presiden yang dibacakannya, Kapolres menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh keluarga besar Polri atas dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya sebagai Presiden Republik Indonesia menyampaikan selamat dan rasa bangga kepada seluruh keluarga besar Polri di mana pun bertugas. Terima kasih atas kerja keras, pengabdian, dan pengorbanan dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri secara profesional dan tanpa lelah,” ujar Kapolres membacakan amanat Presiden.

Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Presiden menegaskan bahwa seluruh perjalanan pengabdian Polri harus bermuara pada pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurut Presiden, tugas utama Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan yang responsif, humanis, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Apabila masyarakat telah merasakan kehadiran dan pengabdian Polri, maka Polri telah berhasil melaksanakan tugas pokoknya sebagaimana diamanatkan undang-undang,” demikian isi amanat tersebut.

Presiden juga mengingatkan bahwa dinamika global saat ini, mulai dari rivalitas antarnegara, perang siber, kejahatan transnasional hingga ketidakpastian ekonomi dunia akibat konflik internasional, menuntut Polri untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan menghadapi berbagai ancaman baru.

Karena itu, Presiden memberikan lima arahan strategis kepada seluruh jajaran Polri, yakni memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme anggota, memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis, serta memperkuat legitimasi institusi melalui peningkatan kepercayaan publik.

Presiden menegaskan bahwa legitimasi Polri di negara demokrasi tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan tugas, tetapi juga dari kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban, tetapi merupakan komitmen Polri untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan membangun kedekatan dengan masyarakat,” tegas Kapolres saat menutup pembacaan amanat Presiden.

Seluruh kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan, menandai komitmen Polri untuk terus meningkatkan pelayanan dan menjaga keamanan demi kepentingan masyarakat.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.