Haru di LPKA Muara Bulian, Bupati Fadhil: Tak Ada Anak yang Kehilangan Harapan

oleh -149 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NET,BATANGHARI – Suasana haru menyelimuti Aula Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian, Kamis (23/7). Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum itu berubah menjadi ruang refleksi, harapan, sekaligus awal baru bagi anak-anak binaan yang tengah menjalani proses pembinaan.

Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief hadir langsung dalam kegiatan bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” yang dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan Pengurangan Masa Pidana (Remisi Hari Anak Nasional) kepada anak binaan yang memenuhi syarat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam sambutannya, Fadhil Arief menegaskan bahwa setiap anak merupakan aset bangsa yang berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki kehidupan.

“Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa tidak ada anak yang kehilangan harapan. Mereka membutuhkan dukungan, pembinaan, dan kasih sayang agar mampu kembali menjadi generasi yang produktif, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Batang Hari mendukung penuh setiap upaya pembinaan yang dilakukan di LPKA Muara Bulian,” tegasnya.

Menurut Fadhil, peringatan HAN harus menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memberikan perlindungan, pembinaan, serta pemenuhan hak anak, termasuk mereka yang sedang berhadapan dengan hukum.

Sementara itu, Kepala LPKA Kelas II Muara Bulian, J. Kasogi Surya Fattah, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengingat bahwa setiap anak memiliki peluang yang sama untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Melalui tema Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan, kami ingin menegaskan bahwa pembinaan di LPKA tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pada pemulihan, pendidikan, pembentukan karakter, serta penguatan hubungan anak dengan keluarga sebagai fondasi utama keberhasilan reintegrasi sosial,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, LPKA Muara Bulian juga menyerahkan Surat Keputusan Pengurangan Masa Pidana (Remisi Hari Anak Nasional) kepada anak binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif maupun substantif. Remisi diberikan sebagai bentuk apresiasi negara kepada anak binaan yang menunjukkan perubahan perilaku, disiplin, dan aktif mengikuti seluruh program pembinaan.

Puncak acara berlangsung emosional ketika prosesi sungkeman digelar. Satu per satu anak binaan bersimpuh di hadapan orang tua mereka, memohon maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan sekaligus berjanji menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Tangis haru pun pecah. Pelukan hangat dan doa dari para orang tua menjadi simbol harapan baru bagi masa depan anak-anak tersebut.

Salah seorang perwakilan orang tua mengaku bersyukur melihat perubahan positif yang dialami putranya selama menjalani pembinaan di LPKA Muara Bulian.

“Kami sangat bersyukur melihat anak kami mendapatkan pembinaan yang baik. Momen sungkeman hari ini benar-benar menyentuh hati kami sebagai orang tua. Kami berharap setelah kembali ke rumah nanti, anak-anak dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih baik, menjadi pribadi yang bertanggung jawab, dan menggapai cita-citanya. Terima kasih kepada seluruh jajaran LPKA Muara Bulian yang telah mendampingi dan membimbing anak-anak kami dengan penuh kepedulian,” ungkapnya.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, LPKA Kelas II Muara Bulian kembali menegaskan komitmennya membangun sistem pembinaan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, perlindungan hak asasi, pendidikan karakter, serta penguatan peran keluarga sebagai bagian penting dari proses reintegrasi sosial.

Sinergi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan keluarga diharapkan terus diperkuat agar anak-anak binaan memiliki kesempatan nyata untuk bangkit, memperbaiki masa depan, dan kembali menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.