SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Pencarian terhadap Alaka Dwi Pranata (5), bocah yang dilaporkan hilang sejak Rabu (10/6), berakhir duka. Setelah tiga hari tidak diketahui keberadaannya, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah kolam pada Jumat (12/6) sekitar pukul 08.30 WIB.
Penemuan jasad bocah tersebut dibenarkan Kapolsek Muara Bulian AKP Maringan E.W. Marbun melalui Kanit Reskrim Polsek Muara Bulian Aiptu Yasin.
“Memang benar telah ditemukan anak laki-laki berusia 5 tahun atas nama Alaka Dwi Pranata yang sebelumnya dilaporkan hilang. Korban diketahui menghilang pada Rabu (10/6/2026) saat ditinggal orang tuanya sendirian di rumah. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muara Bulian pada Kamis (11/6/2026),” ujar Yasin.
Korban merupakan anak pasangan Herman (34) dan Padila Sandi (44), warga RT 09 RW 03, Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari.
Menurut Yasin, setelah menerima informasi penemuan korban, personel kepolisian langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan sesuai prosedur.
“Kami dari Polsek Muara Bulian begitu menerima informasi adanya penemuan korban langsung turun ke tempat kejadian perkara dan melakukan langkah-langkah sesuai SOP kepolisian,” katanya.
Tercium Bau Menyengat Saat Panen Sawit
Yasin menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Jumadi (46), yang sedang memanen sawit di belakang rumahnya.
Sekitar pukul 08.30 WIB, Jumadi mencium aroma tidak sedap saat hendak memanen buah sawit yang berada di dekat kolam. Karena penasaran, ia mencari sumber bau tersebut.
“Saat melakukan pencarian, saksi melihat sesosok mayat anak laki-laki mengapung di dalam kolam dengan posisi terlentang. Saat itu kondisi kolam dipenuhi tumbuhan eceng gondok,” jelas Yasin.
Setelah menemukan jasad tersebut, Jumadi segera memberitahukan kepada warga sekitar, termasuk Sawiyah, serta keluarga korban.
Tak lama kemudian, warga bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Sridadi, personel Polsek Muara Bulian, dan BPBD melakukan proses evakuasi. Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Hamba Muara Bulian untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di RSUD Hamba Muara Bulian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam,” tegas Yasin.
Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi dan menerima musibah yang menimpa putra mereka.
Usai pemeriksaan, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka. Korban rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum RT 09 RW 03, Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang selama beberapa hari terakhir turut membantu upaya pencarian korban.(*)






