Sosialisasikan Gerakan Jambi Bersholawat di Sungai Penuh, Hesti Haris Tegaskan Sholawat Jadi Amal Nyata

oleh -14 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NET, SUNGAI PENUH – Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris) menegaskan makna sesungguhnya dari sholawat, sebuah jalinan cinta dan pengagungan dari seorang hamba kepada Nabinya, yang terwujud dalam doa, pujian, dan amal nyata. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri Sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat yang dirangkaikan dengan kegiatan Supervisi dan Evaluasi Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, di Aula Kantor Wali Kota, Kota Sungai Penuh, Kerinci, Rabu (24/06/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M., Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns, para OPD terkait di lingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh, BAZNAS Kota Sungai Penuh, jajaran pengurus dan kader PKK, para pemangku kepentingan Kota Sungai Penuh dan undangan lainnya.

Dalam sambutan dan arahannya Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesti Haris mengajak untuk menjadikan sholawat bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai bagian dari pembiasaan yang mampu menghadirkan ketenangan, mempererat ukhuwah, serta membangun lingkungan sosial yang lebih harmonis.”Gerakan ini juga diharapkan menjadi ruang bersama dalam menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian antar sesama,” ujarnya.

“Sholawat Nabi merupakan amalan utama dalam Islam yang memiliki banyak manfaat spiritual, terutama untuk menenangkan hati dan pikiran. Membaca shalawat secara rutin sejatinya dapat meredakan kegelisahan, menghilangkan kesedihan, serta membantu seseorang menghadapi tekanan hidup dengan lebih tenang dan penuh harapan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Hj. Hesti juga menyoroti maraknya penggunaan teknologi handphone seperti gadget, internet cepat, dan AI di kalangan anak usia dini mulai jadi perhatian orang tua. “Dampak positifnya untuk anak jadi cepat mengakses ilmu, kreatif, dan melek digital. Tapi sisi negatifnya juga nyata. Dokter anak dan psikolog mencatat kenaikan kasus anak susah fokus, tantrum saat gadget disita, tidur berantakan, sampai berkurangnya interaksi langsung dengan keluarga,” ucapnya.

“Anak kita harus dibentengi ilmu agama. Orang tuanya membatasi screen time 1 jam/hari, tapi menggantinya dengan ngaji habis maghrib, hafalan surat pendek, dan diskusi akhlak sebelum tidur,” lanjutnya.

Dalam sosialisasi tersebut Hj. Hesti Haris mengajak peserta untuk memahami makna sholawat sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW dan sarana memperkokoh akhlak. Ia menekankan gerakan ini bukan seremonial, tapi ajakan rutin menghidupkan majelis sholawat di lingkungan RT, sekolah, hingga kantor.

Selain itu, Hj. Hesti Haris juga menyampaikan bahwa Indonesia adalah negeri Melayu, dari dulu identik dengan pantun Melayunya, untuk itu dirinya menyerukan penguatan kembali tradisi berpantun sebagai upaya melestarikan identitas Melayu dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menuturkan pengalamannya saat menghadiri acara resmi di Jakarta, di mana penggunaan pantun tetap relevan bahkan dalam forum tingkat tinggi. Hal ini menegaskan bahwa tradisi pantun dapat diaplikasikan di berbagai konteks serta menjadi media komunikasi yang elegan dan bermartabat.

Menurutnya, berpantun bukan sekadar hiburan pada acara adat atau pernikahan, melainkan bagian penting dari kualitas kebudayaan Melayu yang perlu dikembalikan ke ruang-ruang keseharian. “Kita harus menggerakkan kembali tradisi lama, termasuk berpantun,” kata Hesti Haris.

Ia menegaskan komitmen pemerintahan kota untuk terus mendorong gerakan berpantun sebagai bagian strategi pelestarian budaya Melayu. Langkah konkret meliputi integrasi pantun dalam kegiatan PKK, pelatihan pembuatan pantun, serta kolaborasi dengan lembaga adat dan psikolog untuk memperkuat kualitas penyampaian.

Dalam sesi wawancaranya dengan rekan-rekan media, Hj. Hesti Haris menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Sungai Penuh yang telah merespon bahkan telah melaksanakan dan mengajak masyarakat Kota Sungai Penuh untuk bersholawat. “Alhamdulillah di Sungai Penuh dimulai, wali kota sudah sangat paham sehingga para anggota PKK kota sudah mulai melaksanakannya. Bahkan sudah dirasakan oleh masyarakat manfaat bersholawat,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menyerukan pentingnya kebersamaan dan kesiapan menghadapi dampak digitalisasi pada hari ini. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberikan pelayanan bagi seluruh warga, sekaligus mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan globalisasi membawa pengaruh positif maupun tantangan. “Dengan adanya sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat bisa membawa perubahan tingkah laku generasi muda kearah yang lebih baik,” sebutnya.

Alfin juga mengajak masyarakat meningkatkan kemampuan berpikir kritis agar bisa membedakan antara fakta, opini, dan kepentingan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas asal-usulnya. Ia menekankan perlunya pendidikan dan pembinaan bagi semua kelompok usia—termasuk generasi muda dan warga lanjut usia. “Dengan adanya kita bersholawat akan mempermudah segala urusan,” tukasnya.

Sebelumnya, Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua TP PKK Provinsi Jambi bersama rombongan di Kota Sungai Penuh dalam rangka kegiatan sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat dan kegiatan Supervisi dan Evaluasi Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi. “Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran sosial dan pemberdayaan perempuan serta mendorong berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan masyarakat,” katanya.

Acara ditutup dengan pembacaan sholawat bersama dan doa untuk Provinsi Jambi yang aman, damai, dan berkah.

Pada kesempatan itu, TP PKK Provinsi Jambi juga menyerahkan bantuan buku panduan Belajar Mandiri Metode 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an yang merupakan dukungan dari BAZNAS Provinsi Jambi. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi Al-Qur’an di lingkungan keluarga dan masyarakat.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.