Hoyak Tabuik Guncang Pariaman, Pemprov Jambi Perkuat Sinergi Budaya dan Pariwisata

oleh -24 Dilihat
oleh
Gubernur Jambi Al Haris diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah menghadiri puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026.

SWARAJAMBI.NET, PARIAMAN– Lautan manusia memadati kawasan Pantai Gandoriah hingga Simpang Tugu Tabuik, Minggu (28/6/2026). Ribuan pasang mata larut dalam kemeriahan puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026, tradisi tahunan masyarakat Pariaman yang tak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pemerintah Provinsi Jambi turut ambil bagian dalam perhelatan budaya nasional tersebut. Gubernur Jambi Al Haris diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah, yang hadir bersama rombongan Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Provinsi Jambi sebagai wujud eratnya hubungan perantau Minang di Jambi dengan kampung halaman.

Turut hadir dalam acara itu Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha beserta istri Cynthia Riza, Deputi Pengembangan Event Kementerian Pariwisata, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, para perantau Minang, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Kehadiran delegasi dari Jambi juga menjadi kelanjutan hubungan erat antara kedua daerah. Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris dianugerahi gelar kehormatan adat Sutan Rajo Alam Nan Kuniang oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Pariaman, sementara Hj. Hesnidar Haris menerima gelar Bundo Uniang Rancak Nan Elok.

Ariansyah mengatakan, Hoyak Tabuik merupakan tradisi masyarakat Pariaman yang digelar setiap 10 Muharam sebagai simbol peringatan peristiwa Karbala. Tradisi tersebut kini telah berkembang menjadi salah satu agenda wisata budaya nasional yang secara konsisten masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN).

“Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen mendukung seluruh event budaya nasional. Kehadiran kami pada Hoyak Tabuik KEN 2026 merupakan upaya memperkuat sinergi antardaerah sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Ariansyah.

Menurutnya, kolaborasi antardaerah melalui event budaya mampu membuka peluang kerja sama di sektor pariwisata sekaligus memperluas promosi budaya masing-masing daerah.

“Melalui partisipasi ini kami berharap kunjungan wisatawan semakin meningkat serta jejaring promosi budaya Jambi dengan daerah lain semakin luas,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha memberikan apresiasi tinggi terhadap masyarakat Pariaman yang tetap konsisten menjaga tradisi Hoyak Tabuik di tengah perkembangan zaman.

“Kebudayaan adalah kekuatan besar bangsa ini. Tradisi seperti Tabuik harus terus dijaga karena menjadi identitas sekaligus kekayaan Indonesia,” tegas Giring.

Ia menegaskan pemerintah pusat akan terus memperkuat kebijakan pelestarian budaya daerah, termasuk mendukung pengembangan seni tradisi agar mampu bersaing di tingkat internasional. Giring juga mengingatkan besarnya kontribusi tokoh-tokoh asal Sumatera Barat, seperti Bung Hatta, Mohammad Natsir, dan Buya Hamka, dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy memastikan Pemerintah Provinsi Sumbar akan terus mempertahankan penyelenggaraan Hoyak Tabuik sebagai ikon budaya yang telah dikenal luas.

“Tabuik Pariaman akan terus kita lanjutkan. Ini bukan hanya budaya masyarakat Pariaman, tetapi sudah menjadi kebanggaan nasional bahkan dikenal di tingkat internasional,” katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyebut Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 bukan sekadar festival budaya, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi kreatif masyarakat.

Berbagai kegiatan seperti pertunjukan seni, musik, tari tradisional, kuliner, fashion, bazar UMKM, layanan hukum hingga sport tourism digelar untuk menggerakkan perekonomian warga.

“Festival ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM, terutama perempuan, untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah,” ujar Yota.

Ia menambahkan, masuknya Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman dalam 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi bukti bahwa tradisi lokal mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus etalase budaya Indonesia di mata dunia.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.