Dari Lapangan Garuda, Bupati Fadhil Arief Gaungkan Semangat Pancasila untuk Generasi Muda

oleh -171 Dilihat
oleh
Bupati Batang Hari Fadhil Arief memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Garuda, Alun-alun Kabupaten Batang Hari, Senin (1/6/2026).

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, bukan sekadar hafalan atau simbol kenegaraan. Nilai-nilai luhur Pancasila, menurutnya, harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Fadhil Arief saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Garuda, Alun-alun Kabupaten Batang Hari, Senin (1/6/2026). Dalam kegiatan itu, ia bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Sejak pagi, Lapangan Garuda dipadati peserta upacara dari berbagai unsur. Meski bertepatan dengan hari libur nasional, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang Hari tetap hadir bersama personel TNI, Polri, pelajar, dan elemen masyarakat lainnya.

Peserta tampak berbaris rapi dengan mengenakan seragam masing-masing dan mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan penuh khidmat.

Dalam amanat yang dibacakannya, Fadhil Arief menegaskan bahwa Pancasila merupakan bintang penuntun bangsa yang telah mampu mempersatukan keberagaman Indonesia, mulai dari lebih dari 17 ribu pulau hingga ratusan kelompok etnis, dalam satu ikatan kebangsaan yang kokoh.

“Pancasila juga menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi yang semakin pesat hingga dinamika geopolitik dunia yang terus berubah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam percaturan dunia internasional. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” tegasnya.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila juga menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Semangat musyawarah dan mufakat dinilai mampu menjadi instrumen diplomasi yang efektif dalam menjembatani berbagai perbedaan serta mendorong terciptanya perdamaian dunia.

Fadhil Arief juga menyoroti kontribusi nyata Indonesia dalam menjaga stabilitas global, mulai dari pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, hingga konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan.

Menurutnya, perdamaian tidak hanya dimaknai sebagai ketiadaan perang, melainkan juga hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

Karena itu, ia mengingatkan bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia Raya tidak cukup hanya ditopang oleh kemajuan ekonomi dan teknologi. Pembangunan bangsa juga harus dibarengi dengan penguatan moral serta karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Generasi muda memiliki peran penting untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila agar tetap relevan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.