Koperasi Syariah Perintis Mart 2, Gelar RAT KE-14, Tegaskan Komitmen Tumbuh, Menguat, Bermanfaat

oleh -109 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NET, MUARSABAK – Koperasi Syariah Perintis Mart 2 telah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-14 pada Rabu (3/6/2026). Acara tersebut mengambil tema “Tumbuh, Menguat, Bermanfaat” yang dirangkaikan dengan peresmian kegiatan koperasi, di Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kegiatan ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian Transmigrasi, Kepala Dinas Nakertrans Tanjung Jabung Timur, unsur camat, Kapolsek, kepala desa, serta para pengurus dan ratusan anggota Koperasi Syariah Perintis.

Dalam sambutannya, Ketua Koperasi Syariah Perintis, Mawardi, memaparkan perjalanan panjang koperasi yang sempat mengalami masa vakum sebelum kembali bangkit dan berkembang hingga saat ini.

“Kooperasi Perintis ini badan hukum tahun 2001, pernah mati suri. Tahun 2011 kita bangkitkan kembali dengan 28 anggota dan modal awal Rp6 juta. Dari situ kita mulai menata ulang pengurusan dan membangun kembali kepercayaan anggota,” ujar Mawardi.

Ia menjelaskan, perkembangan koperasi terus meningkat seiring dukungan berbagai pihak. Pada 2012 koperasi menerima bantuan hibah Rp25 juta dari Dinas Nakertrans, kemudian hibah tanah Rp50 juta pada 2015, serta penguatan usaha melalui pembelian TPS sawit pada 2016.

Seiring waktu, koperasi juga mendapatkan dukungan fasilitas perkantoran pada 2022 serta penetapan sebagai koperasi percontohan KopTran pada 2024. Terbaru, pada akhir 2025 koperasi menerima bantuan dana dari Kementerian Transmigrasi sebesar Rp100 juta yang digunakan untuk pengembangan minimarket, peralatan usaha, hingga genset.

“Alhamdulillah saat ini anggota sudah mencapai sekitar 200 orang. Aset koperasi juga berkembang, mulai dari tanah dan bangunan di dua lokasi, minimarket, hingga armada empat unit kendaraan,” tambahnya.

Dari sisi kinerja, koperasi mencatat Sisa Hasil Usaha (SHU) tahun 2024 sebesar Rp250 juta dan meningkat menjadi Rp287 juta pada 2025. Adapun pembagian SHU ditetapkan 60 persen untuk anggota, 15 persen penambahan modal, 10 persen untuk pengurus, 5 persen dana sosial, dan 5 persen dana pendidikan.

“Semangat kita adalah kebersamaan. Koperasi ini tumbuh dari masyarakat, dan harus kembali memberi manfaat sebesar-besarnya untuk anggota,” tegas Mawardi.

Sementara itu, Manajer Operasional Koperasi, Agung, menuturkan bahwa koperasi berangkat dari modal sangat terbatas dan perlahan tumbuh melalui usaha kolektif anggota, khususnya dalam memfasilitasi pemasaran sawit.

“Dulu aset hanya sekitar Rp5 juta. Tapi karena kerja sama dan kepercayaan anggota, kami mulai membangun usaha yang lebih terarah, terutama membantu pemasaran hasil sawit,” ungkap Agung.

Ia juga mengakui bahwa membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap koperasi bukan hal mudah. Namun konsistensi pengurus dan dukungan anggota menjadi kunci utama keberhasilan koperasi hingga saat ini.

“Kepercayaan itu tidak bisa dibangun instan. Tapi kami buktikan dengan kerja nyata dan hasil yang dirasakan langsung oleh anggota,” tambahnya.

Agung menegaskan, ke depan koperasi akan terus mengembangkan usaha di sektor perdagangan dan layanan kebutuhan anggota, seiring dengan semangat memperluas manfaat ekonomi berbasis kebersamaan.

Kegiatan RAT ini juga menjadi momentum penguatan peran koperasi dalam mendukung program pengembangan ekonomi kerakyatan, termasuk sinergi dengan berbagai program pemerintah seperti koperasi berbasis transmigrasi dan penguatan ekonomi desa.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.